PM Malaysia Telepon Prabowo Bahas Kabut Asap Dampak Kebakaran Hutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Okt 2026, 16:52
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka (Istimewa)

Ntvnews. Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menghubungi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membicarakan persoalan kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Anwar mengatakan komunikasi tersebut dilakukan karena persoalan kabut asap dinilai perlu segera ditangani. Dalam keterangannya di Malaysia, Kamis, ia menyebut Presiden Prabowo telah menyatakan kesediaan untuk mengambil langkah yang diperlukan.

"Persoalan kabut asap memang mengkhawatirkan dan saya telah menghubungi Presiden Prabowo dan beliau setuju mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Anwar Ibrahim, dikutip dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2026.

Selain komunikasi antar-pemimpin, koordinasi juga dilakukan oleh jajaran pemerintahan kedua negara. Anwar menyebut Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah berkomunikasi dengan kementerian terkait di Indonesia guna membahas penanganan karhutla dan dampak kabut asap.

Baca Juga: Perdagangan RI-Malaysia Aman, Mendag Sebut Seruan Boikot Hanya Reaksi Sesaat

Anwar menegaskan Malaysia sebelumnya telah menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia dalam menghadapi persoalan tersebut.

"Kita menyatakan sejak beberapa minggu lalu, kesediaan kita memberikan apa pun kerja sama. Dan saya tahu ini mengkhawatirkan dan berdampak pada kesehatan rakyat," jelas Anwar.

Di sisi lain, pemerintah Malaysia terus melakukan upaya untuk mengurangi dampak kabut asap. Anwar mengatakan kegiatan pembenihan awan untuk menghasilkan hujan ditingkatkan setiap hari sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi tersebut.

Anwar juga mengatakan dirinya telah meminta Menteri Luar Negeri Malaysia untuk berkoordinasi dengan Sekretariat ASEAN. Langkah itu dilakukan agar pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN dapat kembali digelar secara khusus untuk membahas persoalan kabut asap.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi regional dalam menangani dampak kebakaran hutan dan lahan serta persoalan kabut asap yang melintasi batas negara.

x|close