Ntvnews.id, Jakarta - MD Pictures siap menghadirkan tontonan teror mencekam dari Thailand ke Tanah Air melalui film horor terbaru bertajuk Perumahan Laddaland. Film yang rencananya akan tayang pada 13 Agustus 2026 ini merupakan adaptasi dari film horor ikonik Thailand, Ladda Land (2011), namun dengan sentuhan budaya dan konteks waktu yang telah diperbarui.
Film yang digarap Sutradara Awi Suryadi, menjanjikan pengalaman horor yang lebih relevan dengan penonton masa kini. Ia menjelaskan bahwa pembaruan lini masa menjadi poin penting dalam adaptasi ini.
“Pastinya lebih updated sih, karena kalau yang di Thailand kan 2011, kalau sekarang kan udah 2016. Jadi kita lebih update dengan keadaan sekarang,” ujar Awi Suryadi di kawasan Thamrin, 6 Agustus 2026.
Selain faktor waktu, Awi juga melakukan pendalaman karakter yang lebih detail agar terasa lebih dekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Dalam versi originalnya, beberapa karakter pendukung mungkin hanya numpang lewat, namun di tangan Awi, mereka diberi identitas yang kuat.
“Ada sih, tapi yang mungkin paling membedakan adalah kalau di versi Thailand-nya kita nggak terlalu mengenal karakter si ART-nya tuh yang pulang pergi. Kalau di sini kan kita bahkan sampai kasih nama, Eneng, dan kita kenalin ke penonton. Terus perbedaan lainnya lagi juga kalau yang di versi Thailand tetangganya selain yang ini ya, yang main neighbor-nya, tetangga yang kesurupan juga kita nggak kenal itu siapa. Kalau di sini saya kenalin namanya Ani,” jelas Awi.
Terkait proses adaptasi, Awi mengaku mendapat kebebasan penuh dari kreator aslinya di Thailand.
"Tektokannya, saya justru nunjukin dia hasil akhir. Karena dia tahulah karena perbedaan waktunya sangat jauh kan. Jadi dia memang dari awal membebaskan kita untuk adaptasi sesuai culture kita, sesuai waktu sekarang," tambahnya.
Meski proses syuting berjalan lancar, Awi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukan pada adegan tertentu, melainkan pada teknis pencahayaan untuk membangun atmosfer kengerian di area yang luas.
“Sebenarnya bukan enggak spesifik adegan. Yang paling sulit itu adalah nge-create atmosfernya. Karena kan kita bukan cuma bergerak di satu rumah, kita kan satu perumahan. Jadi itu shot-nya tuh panjang," ungkapnya.
Di sisi lain, Awi merasa sangat beruntung dengan jalannya produksi film ini yang disebutnya sebagai salah satu proyek paling minim hambatan.
"Saya justru beruntung banget kali ini di produksi yang kali ini bener-bener tantangan produksi boleh dibilang nggak ada ya. Bahkan cuaca aja bersahabat banget. Terus pemain-pemain semua saya dapetnya yang... meskipun adegannya berat tapi mereka masuk set tuh kayak nggak pernah mengeluh, selalu ready to roll aja. Jadi ya ini salah satu project yang paling menyenangkan dan hampir problem-free sih buat saya,” ungkapnya puas.
Titi Kamal, yang memerankan karakter utama sebagai Melisa, juga mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat dalam proyek ini. Ia memuji naskah garapan Lele Laila dan kepemimpinan Awi Suryadi di lokasi syuting.
“Kita seneng banget ngejalaninnya, kita udah suka banget sama skripnya, udah dibuat keren banget sama Mbak Lele Laila. Terus udah gitu kita bangga banget bisa ikut bekerja sama sama Mas Awi Suryadi yang huuh... udah sangat-sangat hebat,"
Rasanya jadi pengalaman baru banget yang sangat berarti dan mudah-mudahan aja bisa menghibur masyarakat luas,” tutur Titi Kamal.
Di balik teror yang disajikan, Perumahan Laddaland tetap membawa pesan mendalam tentang esensi keluarga. Titi Kamal menekankan bahwa rumah adalah tempat berpulang yang paling utama.
“Apapun yang terjadi, keluarga tetap nomor satu. Akan kembali ke keluarga, selagi kita capek kerja, kita semuanya, terus begitu bertemu dengan keluarga itu adalah yang penting buat kita. Tempat kita berpulang, gitu,” pungkas Titi.
Namun, di sela-sela pesan serius tersebut, Awi Suryadi memberikan sedikit guyonan mengenai pesan "erselubung dari film ini bagi para calon pengantin. “Pesan yang disampaikan... jangan salah pilih mertua!”
Cast film Perumahan Laddaland (NTVNews)