Rachmat Akbari Dorong Regulasi Adaptif demi Lindungi Media Nasional dari Dominasi Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 17:45
thumbnail-author
Dedi
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Narasumber Forum Diskusi Nusantara Media Fest Narasumber Forum Diskusi Nusantara Media Fest (NTV Dedi)

Ntvnews.id, Jakarta - Perwakilan Komisi Sistem dan Teknologi Penyiaran ATVSI, Rachmat Akbari

, menekankan pentingnya kedaulatan Indonesia dalam mengelola sistem media nasional di tengah kuatnya tekanan platform global. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Nusantara Media Fest 2026 yang berlangsung di Borneo Meeting Room Novotel, Jumat (12/4/2026).

Dalam paparannya, Rachmat menilai bahwa kebijakan di sektor media harus mampu menyeimbangkan antara prinsip pasar bebas dan perlindungan terhadap industri dalam negeri. Ia melihat adanya ketimpangan, di mana platform global dapat berkembang pesat dengan regulasi yang relatif longgar, namun tetap memiliki jangkauan luas ke masyarakat Indonesia.

“Media global bergerak dengan regulasi yang sangat minim, tetapi bisa mengakses masyarakat kita dengan sangat mudah. Sementara media nasional masih harus berhadapan dengan banyak batasan,” ujarnya.

Ia menegaskan perlunya menciptakan kondisi persaingan yang setara atau level playing field, agar pelaku industri media nasional tidak terus berada dalam posisi yang dirugikan. Tanpa intervensi kebijakan yang adil, menurutnya, media lokal akan semakin tertinggal, baik dari sisi teknologi maupun kekuatan ekonomi.

Selain itu, Rachmat juga menyoroti laju perkembangan teknologi yang sangat cepat, mulai dari media konvensional seperti radio dan televisi hingga platform digital dan media sosial. Ia menilai regulasi yang kaku justru akan membuat industri nasional sulit beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Baca Juga: Sekjen Forum Pemred Irfan Junaedi Soroti Dominasi Platform Global, Tekankan Kedaulatan Digital Indonesia

“Teknologi terus berubah, dan regulasi harus bisa mengikuti. Kalau tidak, industri kita akan terus berada dalam posisi yang lemah,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan urgensi perlindungan terhadap konten lokal dan identitas budaya nasional. Tanpa kebijakan yang berpihak, dominasi platform global dinilai tidak hanya berpotensi menggerus nilai budaya, tetapi juga mengalihkan manfaat ekonomi ke luar negeri.

Rachmat juga mengingatkan bahwa kekuatan finansial perusahaan global saat ini bahkan dapat melampaui kapasitas ekonomi sejumlah negara. Kondisi ini berisiko membuat industri media nasional hanya menjadi pelengkap dalam ekosistem global yang didominasi oleh pemain besar.

“Kalau kita tidak punya proteksi yang cukup, industri kita bisa kalah. Bahkan produksi lokal bisa dikuasai pemain global,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mendorong pemerintah untuk segera mengadopsi pendekatan regulasi yang lebih progresif dan adaptif, termasuk mengacu pada praktik internasional dalam pengaturan platform digital. Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan keberlangsungan dan daya saing media nasional di tengah era digital yang semakin kompetitif.

 
x|close