Bahlil Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Akan Naik: Stok Nasional Aman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 18:37
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG subsidi 3 kg tetap stabil di tengah kenaikan LPG non-subsidi.  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG subsidi 3 kg tetap stabil di tengah kenaikan LPG non-subsidi. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG subsidi 3 kg tetap stabil di tengah kenaikan LPG non-subsidi. 

Bahlil menjelaskan hal ini lantaran LPG 3 kg mendapatkan dukungan subsidi dari pemerintah.

Ia juga menyebutkan stok LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman.

"Untuk LPG yang disubsidi stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan. Flat sama dengan harga bensin RON 90, dan harga solar CN 48," ucap Bahlil, Senin 20 April 2026.

Baca juga: Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Naik, Bahlil: Menyesuaikan Harga Pasar, Begitu Bos!

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima cadangan LPG nasional berada di atas batas minimum, yaitu lebih dari 10 hari.

"Laporan dari kami standar minimum di atas 10 hari kok, di atas standar minimum nasional, aman," lanjutnya.

Di sisi lain, Bahlil merespons kenaikan harga LPG non-subsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg. 

Ia menegaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan hal yang wajar karena mengikuti mekanisme pasar.

Menurutnya, pemerintah hanya mengatur harga energi yang disubsidi, sementara LPG non-subsidi umumnya digunakan oleh sektor industri, restoran, dan hotel sehingga harganya disesuaikan dengan dinamika pasar.

Baca juga: Bahlil Ungkap Cadangan Gas Raksasa Ditemukan di Kutai

"Kenapa harganya naik, saya katakan bahwa kita mengatur harga yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya nggak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu dipakai oleh industri, restoran, hotel. Jadi itu memang tidak kita atur harganya, jadi menyesuaikan dengan harga pasar, begitu bos," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa pergerakan harga LPG non-subsidi akan terus mengikuti tren harga energi global. 

Jika harga dunia turun, maka harga LPG non-subsidi di dalam negeri juga berpotensi turun, dan sebaliknya jika harga naik.

"Pasti (turun). Jadi kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, ya naik," tandasnya.

x|close