Pemerintah Tetapkan HPP Gabah Rp6.500 per Kg untuk Jaga Kesejahteraan Petani

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 07:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram guna menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memastikan ketersediaan cadangan beras nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) periode 2026-2029.

"Inpres ini menetapkan HPP gabah kering panen tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram dengan segala kualitas yang telah memasuki usia panen di tingkat petani," kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Mentan Amran Minta Bulog Serap 2,1 Juta Ton Gabah Petani dengan HPP Rp6.500

Melalui aturan tersebut, pemerintah juga menargetkan pengadaan gabah atau setara beras untuk memperkuat stok CBP hingga mencapai empat juta ton sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.

Amran menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penguatan cadangan beras pemerintah sebagai langkah menjaga stabilitas pangan nasional. "Ketahanan pangan nasional, terutama stok cadangan beras pemerintah terus diperkokoh," ujarnya.

Cadangan beras pemerintah tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasar umum, bantuan pangan, hingga penanganan kondisi darurat bencana. Selain itu, CBP juga dapat disalurkan untuk program aparatur sipil negara (ASN), pemenuhan gizi nasional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga kerja sama internasional.

Saat ini, lanjut Amran, stok CBP Indonesia tercatat mencapai 4,6 juta ton, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan awal April 2024 yang hanya berada di kisaran 740,7 ribu ton. Peningkatan ini juga terlihat jika dibandingkan dengan awal April 2025 yang berada di angka 2,42 juta ton, atau naik sekitar 85,6 persen pada 2026.

Baca Juga: Menteri Pertanian: Harga Gabah Naik, Petani Ucapkan Terima Kasih ke Presiden

Menurut Amran, penguatan stok CBP ini diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik serta potensi dampak fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan HPP gabah tetap menjadi instrumen penting untuk melindungi harga di tingkat petani agar tidak jatuh saat musim panen. "Kemudian, HPP dijaga. Harga Pembelian Pemerintah untuk gabah itu Rp6.500. Kesejahteraan petani, peningkatannya tertinggi selama Republik Indonesia merdeka," tutur Amran.

(Sumber: Antara)

x|close