Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menghemat Rp6,2 triliun.
Seperti diketahui, pemerintah menerapkan satu kali dalam sepekan yaitu setiap hari Jumat bagi ASN pusat dan daerah.
"Potensi penghematan dari kebijakan Work from Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM," ucap Airlangga dalam konferensi pers virtual, Selasa 31 Maret 2026.
Sementara total konsumsi BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun.
Baca juga: Pemerintah Terapkan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Baca juga: Efisiensi, Operasional Mobil Dinas Dipangkas 50 Persen dan Perjalanan Dinas 70 Persen
Airlangga mengungkapkan pemberlakukan WFA dilaksanakan sebagai langkah antisipasi pemerintah dalam program transformasi budaya kerja nasional yang menjunjung konsep efisiensi dan modern.
"Penerapan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah 1 hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat," ungkapnya.
Kemudian pemerintah melakukan efisiensi mobilitas diantaranya pembatasan penggunaan kendaraan dinas 50 persen.
Kendati demikian, efisiensi dikecualikan untuk operasional dan kendaraan listrik, dan mendorong penggunaan transportasi publik.
"Jadi mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik," tandasnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menghemat Rp6,2 triliun.