Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap sejumlah ekonom yang dinilai menyampaikan pandangan berlebihan terkait kondisi perekonomian Indonesia.
Ia menilai narasi yang menyebut ekonomi nasional akan hancur dalam waktu dekat hanya menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
"Jadi, banyak yang nakut-takutin siapa tuh 3 bulan lagi Indonesia hancur," ucap Purbaya di Kantor Kementerian keuangan, Jumat, 27 Maret 2026.
Lebih lanjut, Purbaya menyebut ada pihak yang mengklaim telah bertemu dengan para mantan menteri keuangan maupun mantan gubernur bank sentral, lalu mengklaim bahwa ekonomi Indonesia akan memburuk.
Baca juga: Efisiensi, Purbaya Pilih Geser 213 Pegawai DJA ke DJP Ketimbang Rekrut Baru
"Dia udah ketemu semua mantan menteri keuangan, mantan gubernur bank sentral katanya yang bilang ekonomi akan hancur. Ya kalau mereka menterinya," bebernya.
Meski begitu, Bendahara Negara menegaskan pemerintah saat ini akan fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional
"Ini kan sekarang menterinya purbaya. Pasti kita beresin," tandasnya.
Purbaya menegaskan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui percepatan belanja negara.
"Saya pastikan belanja pemerintahnya tepat waktu. Saya usahakan perbaikan iklim usaha seoptimal mungkin," bebernya.
Baca juga: Kemenkeu Buka Suara Terkait SPT Purbaya Kurang Bayar Rp50 Juta
Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun ini bukan hal yang sulit dicapai.
"Pada dasarnya kalau saya bisa jalankan mesin fiskal dan mesin moneter yang menggerakan swasta, tumbuh 6 persen harusnya tidak terlalu sulit," papar Purbaya.
"Tapi yang jelas, mesin-mesin itu sudah kita hidupkan. Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi apalagi krisis," tandasnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap sejumlah ekonom yang dinilai menyampaikan pandangan berlebihan terkait kondisi perekonomian Indonesia. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)