Menkomdigi: Kecepatan Internet Bali Lampaui Rata-Rata Nasional Saat Libur Lebaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mar 2026, 18:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pantau langsung kecepatan jaringan di Bali melalui Posko Bersama Rafi 2026 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa 24/3/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari) Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid pantau langsung kecepatan jaringan di Bali melalui Posko Bersama Rafi 2026 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa 24/3/2026. (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari) (Antara)

Ntvnews.id, Badung - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa kualitas jaringan internet di Bali berada di atas rata-rata nasional selama periode Posko Bersama Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) 2026.

“Untuk secara umum nasional frekuensi cukup baik dengan rata-rata kecepatan unduh 95 Mbps dan kecepatan unggah 42 Mbps, artinya cukup terjaga, tapi khusus Bali itu kurang lebih rata-ratanya 105 Mbps, jadi di atas rata-rata nasional,” kata dia di Bali, Selasa, 24 Maret 2026.

Baca Juga: Usai Disidak, Petinggi Meta Temui Menkomdigi

Ia menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan selama periode 13 hingga 24 Maret 2026. Salah satu titik dengan performa tinggi adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, di mana kecepatan internet tercatat mencapai 250 Mbps.

Dalam evaluasi performa operator seluler, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indosat memiliki tingkat keberhasilan speed test tertinggi sebesar 98,25 persen, diikuti Telkomsel sebesar 89,3 persen, dan XL Axiata (XLSmart) sebesar 58,99 persen. Meski demikian, pengujian belum mencakup seluruh wilayah Bali dan akan terus dilanjutkan hingga penutupan Posko Rafi pada 29 Maret.

“Jadi Insya Allah ini akan bekerja sampai tanggal 29, kami akan tutup di 29 Maret untuk menjaga kelancaran mudik yang aman bagi pemudik dan liburan masyarakat semua,” ujar Meutya.

Meski performa jaringan secara umum baik, Kementerian Komdigi mencatat adanya penurunan kualitas layanan pada beberapa hari tertentu. Salah satunya terjadi pada 14–17 Maret di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, yang langsung ditangani melalui koordinasi dengan operator seluler.

Selain itu, gangguan juga sempat terjadi pada 18 Maret saat perayaan Hari Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi, di mana aktivitas masyarakat meningkat tajam.

“Ada sedikit catatan seperti di tanggal 18 ada kegiatan budaya satu hari sebelum Nyepi, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah mungkin kita itu berdekatan antara Nyepi dengan Lebaran, betul-betul hanya beda satu-dua hari sehingga memang di tanggal 18 ada gangguan di beberapa titik,” ujar Menkomdigi.

Baca Juga: Di MK, Komdigi Ungkap Alasan Kuota Internet yang Hangus Tak Bisa Diperpanjang

Lebih lanjut, Meutya menyampaikan bahwa dari total 500 Posko Bersama Rafi 2026 di seluruh Indonesia, tidak hanya digunakan untuk memantau jaringan internet, tetapi juga untuk memastikan frekuensi komunikasi tetap aman bagi sektor penerbangan, khususnya di Bandara Ngurah Rai.

“Tadi dilaporkan bahwa interferensi frekuensi tidak banyak, hanya gangguan di bawah 30 detik yang artinya tidak membahayakan penerbangan, jadi penerbangan aman tapi kami titip sampai tanggal 29 paling tidak dijaga terus,“ tutur Menkomdigi.

(Sumber: Antara)

x|close