IHSG Ambrol, BEI Diskusi Intensif dengan MSCI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jan 2026, 12:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Ilustrasi - Karyawan melintas di depan layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan komitmennya untuk terus menjalin diskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyusul rencana pembekuan sementara proses rebalancing atau pengaturan ulang indeks saham Indonesia.

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, otoritas pasar modal Indonesia akan aktif berkomunikasi dengan MSCI guna membahas kebijakan tersebut.

“Terkait dengan pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melakukan diskusi dengan MSCI,” ujar Kautsar di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menjelaskan BEI telah melakukan langkah peningkatan keterbukaan dengan mempublikasikan data free float melalui situs resmi BEI. Upaya tersebut, kata Kautsar, menjadi bagian dari komitmen bursa dalam memperkuat transparansi pasar.

Selain itu, BEI juga akan memastikan proses diskusi dan keterbukaan data dilakukan sesuai dengan proposal yang disampaikan kepada MSCI guna mencapai kesepahaman bersama.

“Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” ujar Kautsar.

Baca Juga: IHSG Tembus Rekor Baru, Bos BEI: Terima Kasih Pak Purbaya

Sebelumnya, pada Selasa, 27 Januari 2026, waktu Amerika Serikat, MSCI mengumumkan rencana pembekuan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan sejumlah perubahan terkait indeks review, termasuk indeks review Februari 2026.

Rencana pembekuan itu meliputi penghentian sementara seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta penahanan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran saham, termasuk dari kategori Small Cap ke Standard.

MSCI menjelaskan langkah tersebut diambil untuk mengurangi perputaran indeks yang berlebihan serta menekan risiko terkait kelayakan investasi, sembari memberikan waktu bagi otoritas Indonesia untuk menghadirkan perbaikan transparansi yang lebih komprehensif.

Pada Oktober 2025, MSCI mengumumkan tengah meminta masukan dari para pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam perhitungan free float saham emiten Indonesia.

Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024.  <b>(ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom)</b> Seorang pekerja melihat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 28 Juni 2024. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom)

Baca Juga: Buka Perdagangan BEI 2026, OJK Siapkan Aturan Untuk Influencer Keuangan

Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, MSCI menyampaikan bahwa investor global menyoroti persoalan fundamental terkait investability pasar Indonesia yang dinilai masih berpotensi berlanjut. Kekhawatiran itu terutama berkaitan dengan kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kemungkinan adanya perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar.

MSCI menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar saham Indonesia dan berinteraksi dengan para pelaku pasar serta otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, serta akan mengomunikasikan langkah lanjutan apabila diperlukan.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada Rabu pagi, 28 Januari 2026, dibuka melemah 597,75 poin atau 6,66 persen ke posisi 8.382,48. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga turun 55,95 poin atau 6,39 persen ke level 820,16.

(Sumber: Antara) 

x|close