Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menginstruksikan PT PLN (Persero) membangun pembangkit listrik yang telah disepakati dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034.
Kebijakan ini diambil guna memperkuat pasokan listrik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi.
“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,” ucap Bahlil Kamis, 8 Januari 2025.
Langkah tersebut ditempuh lantaran realisasi investasi sektor ESDM pada 2025 mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan realisasi investasi pada 2024.
Baca juga: Bahlil Laporkan Capaian Lifting Minyak dan Elektrifikasi Desa kepada Prabowo dalam Retret Hambalang
Pada 2024, realisasi investasi sektor ESDM sebesar 32,3 miliar dolar AS, turun menjadi 31,7 miliar dolar AS pada 2025.
Secara rinci, realisasi investasi di sektor mineral dan batu bara (minerba) sebesar 6,7 miliar dolar AS, sektor minyak dan gas bumi (migas) sebesar 18,0 miliar dolar AS.
Kemudian di sektor listrik sebesar 4,6 miliar dolar AS, dan di sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) sebesar 2,4 miliar dolar AS.
“Ini saya lihat memang ada terjadi butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” ucap Bahlil.
Pemerintah berencana untuk menambah pembangkit listrik dengan total kapasitas mencapai 69,5 GW yang terdiri atas pembangkit EBT dengan kapasitas 42,6 GW (61 persen dari total kapasitas); storage dengan kapasitas sebesar 10,3 GW (15 persen dari total kapasitas); serta pembangkit bertenaga fosil sebesar 16,6 GW (24 persen dari total kapasitas).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan untuk menjalankan RUPTL membutuhkan investasi sekitar Rp3.000 triliun dalam sepuluh tahun.
Baca juga: Bahlil Ungkap Arahan Prabowo di Retret Hambalang
Realisasi RUPTL akan menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, memperkuat ketahanan energi, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta mendorong pergeseran dari energi impor menuju energi domestik.
Pengembangan sistem tersebut pun, kata Darmawan, memerlukan pembangunan 48.000 kilometer jaringan transmisi dan 109.000 MegaVolt-Ampere (MVA) gardu induk. (Sumber:Antara)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi paparan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)