Ntvnews.id, Jakarta -WhatsApp tengah menguji coba fitur inovatif bertajuk Restricted Chat yang dirancang untuk menghadirkan lapisan perlindungan ekstra pada ruang obrolan melalui pembatasan sejumlah aktivitas tertentu.
Berdasarkan laporan GSM Arena pada Minggu (4/10) waktu setempat, fitur ini merupakan pengembangan lanjut dari Advanced Chat Privacy dan saat ini sudah dapat dijajal secara terbatas oleh para pengguna Android serta iOS yang tergabung dalam program beta WhatsApp.
Fasilitas anyar tersebut dapat dinikmati oleh pengguna aplikasi versi beta 2.26.36.4 pada perangkat Android serta versi 26.39.10.20 di platform iOS. Bersifat opsional, fitur ini tidak akan diaplikasikan secara otomatis pada semua percakapan, melainkan harus diaktifkan secara manual melalui menu informasi obrolan pada ruang pesan yang ingin dilindungi.
Begitu diaktifkan, aplikasi akan memunculkan pemberitahuan khusus di dalam ruang obrolan sekaligus memberlakukan serangkaian pembatasan aktivitas bagi pengguna di dalamnya. Salah satu pembatasan utama adalah seluruh media yang dikirimkan dalam modus Restricted Chat tidak dapat disimpan secara otomatis ke memori perangkat.
Baca Juga: WhatsApp Blak-blakan Blokir Banyak Akun
Selain itu, pengguna juga dicegah untuk mengekspor riwayat percakapan, memanfaatkan fitur kecerdasan buatan Meta AI di dalam ruang obrolan, maupun membuka obrolan tersebut lewat perangkat tertaut (linked devices). Pihak WhatsApp menjelaskan bahwa pembatasan akses perangkat tertaut ini sengaja diterapkan untuk mengantisipasi risiko penyusupan chat melalui klien pihak ketiga yang tidak resmi ataupun agen AI tertentu.
Kendati memberlakukan berbagai pembatasan ekstra tersebut, WhatsApp memastikan bahwa privasi dan keamanan pesan maupun panggilan tetap terjaga optimal berkat teknologi enkripsi end-to-end, baik saat fitur Restricted Chat diaktifkan maupun dalam kondisi normal.
(Sumber: Antara)
Logo WhatsApp terlihat dalam acara (Antara)