Ntvnews.id, Jakarta - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diproyeksikan bergerak melemah di bawah Rp2,5 juta per gram pada perdagangan pekan depan.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga logam mulia berada di kisaran Rp2.420.000 hingga Rp2.680.000 per gram.
Ia mengatakan pada Sabtu pagi, 3 Oktober 2026, harga logam mulia ditutup di level Rp2.574.000 per gram.
Menurutnya, apabila terjadi koreksi, level support pertama berada di Rp2.554.000 per gram.
Baca juga: Harga Emas Antam Akhir Pekan Turun Lagi ke Level Rp2,57 Juta per Gram
"Kalau seandainya terkoreksi, support pertama itu di Rp2.554.000, jadi ada penurunan Rp20.000. Kemudian support kedua itu di Rp2.420.000," ucap Ibrahim dalam kajiannya, Minggu 4 Oktober 2026.
Ia menilai terdapat peluang harga logam mulia kembali berada di bawah level Rp2,5 juta per gram, terutama jika tekanan jual berlanjut.
"Ada kemungkinan besar harga logam mulia itu akan di bawah Rp2.500.000, yaitu tepatnya di Rp2.420.000-an," lanjutnya.
Sebaliknya, apabila harga logam mulia kembali menguat, diperkirakan level resistance pertama berada di Rp2.594.000 per gram atau naik sekitar Rp20.000 dari posisi penutupan.
Jika penguatan berlanjut, resistance berikutnya berada di level Rp2.680.000 per gram.
"Jadi harga logam mulia ini kemungkinan besar ditransaksikan dalam minggu depan itu rangenya Rp2.420.000 sampai Rp2.680.000 per gram," jelas Ibrahim.
Baca juga: Harga Emas Antam Jelang Akhir Pekan Turun ke Level Rp2,57 Juta per Gram
Ibrahim mengingatkan bahwa rentang pergerakan tersebut cukup lebar sehingga menunjukkan potensi fluktuasi harga yang tajam.
"Ini cukup tajam harus berhati-hati bagi masyarakat, ya wait and see," kata Ibrahim.
Kendati demikian, bagi masyarakat yang memang berencana membeli logam mulia, Ikondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mencermati pergerakan harga dan menentukan waktu pembelian.
"Kalau seandainya menginginkan membeli logam mulia, ya saat yang tepat untuk melakukan pembelian," tutupnya.
Emas batangan Antam/ist