Ntvnews.id, Jakarta -Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan kesiapannya untuk memperluas ekspansi investasi di sektor pusat data (data center). Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan permintaan infrastruktur digital yang terus memuncak di tanah air.
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan pasar membuat setiap kapasitas baru yang disediakan selalu habis terserap dalam waktu singkat.
"Kalau kita membangun 100 megawatt, 200 megawatt, habis langsung," ujar Sigit di Jakarta, Kamis (27/8).
Tingginya antusiasme pasar yang tak sebanding dengan kecepatan suplai memicu terjadinya antrean. Menurut Sigit, kondisi ini memaksa para pengguna jasa menunggu cukup lama hanya untuk mendapatkan alokasi kapasitas pusat data.
"Permintaan data center luar biasa besar, sehingga terjadi kelangkaan, harus menunggu enam bulan, sembilan bulan sampai setahun," katanya.
Saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 45 data center berskala besar. Meski demikian, ketersediaan kapasitasnya masih menjadi tantangan utama di tengah masifnya digitalisasi. Melihat celah tersebut, Danantara bersiap mengambil peran aktif dalam memperkuat ekosistem infrastruktur digital, mulai dari pemenuhan kebutuhan teknologi hingga penyediaan komponen pendukung industri.
Tak hanya berfokus pada pusat data, BPI Danantara juga mengarahkan perhatian pada pengembangan chip semikonduktor, khususnya artificial intelligence (AI) chip yang permintaannya melambung tinggi secara global. Guna merealisasikan rencana tersebut, Danantara telah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited, untuk merancang desain chip dengan melibatkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Sigit menambahkan bahwa kelangkaan AI chip di tingkat global bahkan telah menyebabkan durasi indent atau waktu tunggu pengadaan di beberapa negara mencapai enam hingga sembilan bulan. Oleh karena itu, Danantara berambisi menyiapkan ekosistem digital yang utuh, mencakup sistem, subsistem, hingga komponen inti demi mengamankan peluang ekonomi dari pertumbuhan industri ini.
Baca juga: BNI Gandeng Ratusan Pengembang di Danantara Housing Expo, Hadirkan Hunian Premium hingga Subsidi
Kendati peluang yang membentang sangat besar, Sigit tidak memungkiri hadirnya berbagai kendala di lapangan, seperti keterbatasan pasokan daya listrik hingga rumitnya mekanisme proses dan regulasi.
"Memang tantangannya cukup besar, tapi juga peluangnya juga cukup besar," ucap Sigit.
(Sumber: Antara)
Arsip - Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Digital BUMN yang dihadiri oleh sekitar 60 perusahaan holding utama BUMN di Jakarta, Kamis (7/5/2026 (Antara)