Bahlil Pastikan Blok Masela Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Maluku

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jul 2026, 14:35
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia saat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan PSN Blok Masela. Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia saat melakukan peletakkan batu pertama pembangunan PSN Blok Masela. (Antara)

Ntvnews.id, Ambon - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan proyek strategis nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Bahlil mengatakan pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia daerah untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja dalam proyek tersebut. Sejumlah anak daerah telah dikirim untuk mengikuti pendidikan di Cepu, Jawa Tengah, melalui Akademi Migas milik Kementerian ESDM atau Politeknik Energi dan Mineral Akamigas.

"Sebagian anak daerah sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas milik Kementerian ESDM (Politeknik Energi dan Mineral Akamigas). Mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di proyek Blok Masela sebelum merekrut tenaga kerja dari luar daerah," kata Bahlil dalam keterangan yang diterima di Ambon, Jumat, 17 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai melakukan peletakan batu pertama PSN LNG Abadi Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca JugaBahlil: Investasi Proyek LNG Abadi Masela Capai 21 Miliar Dolar AS

Ia menjelaskan proyek yang telah direncanakan sejak 1998 itu sempat mengalami penundaan hampir 28 tahun. Pada masa konstruksi, proyek tersebut diperkirakan menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung. Sementara pada tahap operasi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 orang.

Menurut Bahlil, kebutuhan tenaga profesional akan lebih dulu dipenuhi dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya. Jika kebutuhan tersebut belum terpenuhi, perekrutan baru akan dilakukan dari wilayah lain maupun luar negeri.

"Lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari tier satu dan tier dua. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tapi tidak memprioritaskan mereka," ujarnya.

Bahlil menyampaikan pembangunan Blok Masela akhirnya memasuki tahap pelaksanaan setelah melewati perjalanan panjang selama enam periode pemerintahan. Selama proses tersebut, pemerintah membahas berbagai konsep pembangunan fasilitas produksi, termasuk pembangunan di laut maupun di darat.

Baca JugaGroundbreaking Blok Masela, Bahlil: Setelah 28 Tahun dan 6 Presiden, Prabowo Lah yang Bisa Eksekusi

Ia menyebut pemerintah bergerak cepat memberikan kepastian terhadap seluruh perizinan yang telah memperoleh Plan of Development (POD) sehingga pembangunan proyek dapat dimulai.

"Atas arahan dan perintah Presiden Prabowo Subianto, pemerintah bergerak cepat memberikan kepastian terhadap seluruh perizinan yang telah memperoleh Plan of Development (POD), hingga akhirnya hari ini kita dapat memulai pembangunan," katanya.

Bahlil juga mengingatkan para pemegang konsesi migas agar segera merealisasikan proyek yang telah mendapatkan persetujuan. Menurutnya, percepatan tersebut diperlukan untuk mendukung investasi sektor energi nasional.

Selain menyerap tenaga kerja, pemerintah meminta operator proyek mengutamakan keterlibatan pengusaha lokal dalam pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh pelaku usaha daerah.

"Saya meminta seluruh pekerjaan yang memungkinkan dikerjakan oleh pengusaha lokal agar diprioritaskan kepada mereka. Investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," ujarnya.

Proyek LNG Abadi Blok Masela membutuhkan investasi sekitar 20,95 miliar dolar Amerika Serikat atau hampir Rp390 triliun. Setelah beroperasi, proyek tersebut ditargetkan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 120 MMSCFD gas, dan 35 ribu barel kondensat per hari untuk meningkatkan lifting migas nasional.

Pemerintah menetapkan sedikitnya 60 persen produksi gas dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen dapat diekspor.

"Gas ini akan dimanfaatkan untuk mendukung hilirisasi industri, antara lain kebutuhan PT Pupuk, PLN, PGN, serta industri lainnya agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Bahlil.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan Pemerintah Provinsi Maluku mendukung penuh pembangunan PSN LNG Abadi Blok Masela karena diyakini dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja luas bagi masyarakat Maluku.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, SKK Migas, serta operator proyek untuk memastikan masyarakat lokal memperoleh akses terhadap kesempatan kerja, pelatihan, dan pemberdayaan usaha agar manfaat investasi dapat dirasakan secara langsung.

"Blok Masela harus menjadi momentum peningkatan kualitas sumber daya manusia Maluku sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya," kata Hendrik.

(Sumber: Antara)

x|close