Rosan Dorong Sinergi Riset dan Industri untuk Percepat Hilirisasi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 20:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia riset dengan sektor industri menjadi faktor penting dalam mempercepat hilirisasi sehingga mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026, Rosan menyampaikan bahwa investasi dan hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi fondasi untuk membangun industri nasional yang produktif, transparan, memiliki daya saing tinggi, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan tenaga kerja.

Ia menuturkan, arah kebijakan hilirisasi harus mampu membentuk ekosistem industri yang berkelanjutan. Karena itu, keberhasilan investasi tidak semata-mata dilihat dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas, meningkatkan produktivitas nasional, memperkuat penguasaan teknologi, serta menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Baca Pernyataan tersebut disampaikan Rosan saat memberikan keynote speech pada Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains Teknologi dan Industri (KSTI) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Baca Juga: Prabowo Percepat Transformasi BUMN dan Perkuat Riset Nasional demi Wujudkan Kemandirian Industri Indonesia

"Kami meyakini keberadaan dari Bapak, Ibu, Mahasiswa, dan Mahasiswi di universitas terutama di bidang riset dan development-nya tentunya memberikan kontribusi yang sangat sangat positif. Oleh sebab itu kita tinggal memikirkan kolaborasi ke depannya supaya hal-hal positif yang sudah dilahirkan dari investasi dan hilirisasi ini bisa diimplementasikan ke dalam industri-industri yang ada dan bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa ke depannya,” ujar Rosan.

Rosan mengungkapkan bahwa implementasi kebijakan hilirisasi telah memberikan hasil positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931,2 triliun atau meningkat 12,7 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut juga melampaui target pemerintah dengan capaian sebesar 101,3 persen.

Selain mencatat pertumbuhan investasi, realisasi tersebut turut menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja secara langsung, meningkat 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menilai keterkaitan antara kegiatan riset dengan kebutuhan industri merupakan salah satu elemen utama dalam menciptakan industri nasional yang sehat dan berkelanjutan.

“Riset yang terhubung dengan industri menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri yang sehat dan berkelanjutan. Kepastian regulasi, good governance, serta kemudahan berusaha akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil,” imbuhnya.

Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Dirut dan Komisaris Himbara, Rosan: Bahas Arah Perekonomian Indonesia ke Depan

Untuk mendorong terbentuknya ekosistem inovasi yang lebih kuat, pemerintah telah menyiapkan fasilitas Super Tax Deduction hingga 300 persen bagi aktivitas riset dan pengembangan, serta insentif hingga 200 persen untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Menurut Rosan, kebijakan tersebut akan memberikan hasil maksimal apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat kolaborasi sehingga mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di sektor industri.

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari agenda hilirisasi nasional.

Ia menambahkan, pembangunan industri harus disertai peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan, penguatan riset, peningkatan keterampilan, penerapan keselamatan kerja, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

(Sumber: Antara)

x|close