BPS Dorong Partisipasi Publik Lampung untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 14:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan keterangan kepada wartawan di Bandarlampung, Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memberikan keterangan kepada wartawan di Bandarlampung, Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.idLampungBadan Pusat Statistik

mengajak masyarakat di Provinsi Lampung untuk berperan aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini dipandang penting untuk menghasilkan data ekonomi yang lebih lengkap, akurat, dan terbaru sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa sensus ini menjadi langkah bersama untuk membangun data ekonomi yang lebih terstruktur di daerah.

"Hari ini kami melakukan pencanangan komitmen untuk bergerak dan melangkah bersama dalam rangka menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Sensus ekonomi merupakan investasi bersama untuk menghadirkan data yang lengkap, akurat, dan terkini mengenai peta serta struktur ekonomi di Lampung," kata Amalia di Bandarlampung.

Ia menegaskan bahwa data hasil sensus akan menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan. Dengan data yang lebih valid, keputusan pembangunan dapat dibuat lebih tepat.

Baca Juga: BPS Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Papua

"Dengan data yang akurat, kebijakan akan berbasis data, sehingga lebih tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Amalia juga menyoroti dukungan dari Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai menjadi contoh positif bagi masyarakat. Gubernur Lampung bahkan telah lebih dulu didata oleh petugas sebagai bentuk komitmen terhadap pelaksanaan sensus.

Ia menyebut tantangan utama di lapangan adalah masih adanya penolakan dari sebagian responden. Untuk itu, petugas dibekali pendekatan komunikasi yang lebih humanis saat melakukan pendataan.

Petugas sensus disebut sebagai garda terdepan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Mereka diminta bekerja dengan pendekatan yang baik, memahami pertanyaan, dan memberikan penjelasan secara jelas kepada responden.

Baca Juga: BPS RI Ingatkan Petugas Pastikan Tak Ada Warga dan Usaha Terlewat dalam Sensus Ekonomi 2026 di Kepri

Amalia menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

"Namun begitu, keberhasilan sensus bergantung pada kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, petugas sensus, dan masyarakat. BPS maupun pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri tanpa masyarakat. Masyarakat yang siap didata adalah masyarakat yang turut memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa," kata dia.

Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan responden akan dilindungi sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik.

"Kami harap masyarakat ikut berpartisipasi dalam menyukseskan sensus ekonomi. Semakin besar partisipasi masyarakat dalam sensus ini, semakin besar pula peluang kita memperoleh data yang lengkap dan akurat sebagai dasar pembangunan ekonomi ke depan," kata Amalia.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai Sensus Ekonomi 2026 penting karena struktur ekonomi daerah telah berubah sejak pelaksanaan sensus sebelumnya pada 2016.

Ia menekankan perlunya data yang akurat untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran di daerah.

"Ke depan kita membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu diperlukan data yang akurat, pasti, dan berkualitas agar pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan ekonomi yang tepat, baik dalam perencanaan wilayah, afirmasi, maupun program pembangunan lainnya," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close