Ntvnews.id
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 16 April 2026, menyampaikan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp465,2 triliun.
“Capaian realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 tercatat Rp498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569 atau naik 18,9 persen secara year-on-year,” kata Rosan.
Baca Juga: Wakil Kepala BKPM: Jumlah Pelaku Usaha di Indonesia Tembus 14 Juta Berdasarkan NIB
Kiri ke kanan) Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers “Realisasi Investasi Tri (Antara)
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa capaian pada kuartal pertama ini telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari total target investasi nasional tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.
Dari total investasi yang masuk, komposisi antara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat relatif seimbang. PMDN menyumbang 49,9 persen dengan nilai Rp248,8 triliun atau tumbuh 6 persen secara tahunan. Sementara itu, PMA berkontribusi sebesar 50,1 persen dengan nilai mencapai Rp250 triliun.
Rosan juga mengungkapkan lima negara yang menjadi penyumbang investasi terbesar ke Indonesia, yakni Singapura sekitar 4,6 miliar dolar AS, Hong Kong (China) sebesar 2,7 miliar dolar AS, China 2,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,3 miliar dolar AS, serta Jepang sebesar 1 miliar dolar AS.
Baca Juga: BKPM Harap Antisipasi BBM Non-Subsidi di SPBU Swasta pada 2026 Lebih Baik
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Rosan Roeslani (NTVnews)
Selain itu, sejumlah sektor utama yang menerima aliran investasi terbesar meliputi industri logam dasar dan barang logam (Rp69,4 triliun), sektor jasa lainnya (Rp64,2 triliun), pertambangan (Rp51,9 triliun), sektor perumahan dan kawasan industri (Rp48 triliun), serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi (Rp45,4 triliun).
“Sementara, kalau kita lihat daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I 2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah,” ujar Rosan.
Ia berharap tren pertumbuhan investasi ini dapat terus berlanjut pada triwulan berikutnya, sehingga target investasi nasional tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.)