OJK Respons Catatan MSCI, Transparansi dan Pengawasan Pasar Diperkuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 14:55
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ANTARA/HO-OJK Ilustrasi logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ANTARA/HO-OJK (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang diumumkan pada Jumat 19 Juni 2026. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut arah reformasi Pasar Modal Indonesia untuk terus memperkuat kualitas transparansi dan identifikasi coordinated trading dan daya saing pasar.

"OJK mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menunjukkan bahwa secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya namun juga ada catatan untuk arah perbaikan pasar modal ke depan," ucap Hasan dalam keterangan tertulis, Jumat 19 Juni 2026.

Menurutnya dari lima segmen Market Accessibility yang mencakup 18 measurement, hasil asesmen menunjukkan sebagian besar tetap sama, kecuali pada satu kriteria yaitu Information Flow di segmen Market Infrastructure.

Baca juga: MSCI Pertahankan Status Emerging Market RI, Sinyal Positif Kredibilitas Pasar Modal Indonesia

Hasan memaparkan dari 18 kriteria yang dinilai, 10 di antaranya mendapat peringkat “++” yang menunjukkan kesesuaian dengan praktik terbaik global. 

Sementara itu, enam kriteria berada pada level “+” yang masih memerlukan peningkatan, sedangkan dua kriteria yakni Information Flow dan Foreign Exchange Market Liberalization Level berada pada level “-” yang menandakan perlunya perbaikan lebih lanjut.

"Terkait aspek Information Flow di atas. Kami memandang masukan tersebut sebagai bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini sedang dijalankan bersama oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, KSEI, KPEI, serta seluruh pelaku industry," ungkapnya.

Selain itu, OJK juga mencatat adanya pengakuan MSCI atas sejumlah perbaikan yang telah dilakukan Indonesia, termasuk berkurangnya catatan pada aspek liberalisasi pasar valuta asing, meski masih membutuhkan peningkatan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, OJK terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas terkait untuk memastikan reformasi berjalan optimal dengan tetap menjaga mitigasi risiko dan keselarasan dengan kebijakan makroprudensial nasional untuk mencegah volatilitas pasar.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai inisiatif reformasi telah dilakukan untuk memperkuat kualitas, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia, antara lain melalui peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, serta penyempurnaan berbagai regulasi untuk mendukung transparansi dan perlindungan investor.

Baca juga: OJK Umumkan Susunan Direksi BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

OJK juga menegaskan bahwa berdasarkan feedback dari para pelaku pasar dan global index provider seperti MSCI dan FTSE, berbagai reformasi yang telah dilakukan saat ini telah memperoleh acknowledgement, dan sudah digunakan sebagai variable dalam menentukan konstituen index atau kebijakan portofolio investasi.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat engagement dan dialog yang konstruktif dengan MSCI, FTSE Russell, serta berbagai global index provider dan investor internasional untuk memastikan bahwa berbagai reformasi yang telah dan sedang dilakukan dapat dipahami secara komprehensif oleh komunitas investasi global.

"Kami memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," tandasnya.

x|close