BRI Belum Berencana Naikkan Suku Bunga Signifikan Meski BI-Rate Melonjak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 21:20
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. ANTARA/HO-BRI Ilustrasi - Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Jakarta. ANTARA/HO-BRI (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan belum melihat adanya kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga secara signifikan dalam waktu dekat, meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) secara agresif dalam satu bulan terakhir.

Group Head Liquidity and Funding Management Group BRI Teguh Sulistyono mengatakan hingga saat ini kondisi suku bunga jangka panjang masih belum menuntut perseroan melakukan penyesuaian besar terhadap tingkat bunga yang ditawarkan kepada nasabah.

“Kalau kita lihat dari sisi suku bunga long term, kita untuk sampai dengan sekarang belum ada kebutuhan untuk menaikkan suku bunga secara signifikan,” kata Teguh dalam acara bincang bersama media di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut dia, BRI masih memperoleh keuntungan dari basis nasabah yang sangat luas. Teguh menjelaskan sebagian nasabah memang cukup sensitif terhadap perubahan tingkat bunga, namun sebagian lainnya lebih mengikuti perkembangan bunga pasar secara umum.

Meski demikian, perseroan mulai menerima permintaan suku bunga khusus atau special rate dari sejumlah nasabah. Di sisi lain, kenaikan BI-Rate dinilai dapat mendorong perbankan melakukan berbagai penyesuaian kebijakan ke depan.

Teguh menambahkan transformasi bisnis yang dijalankan BRI menuju bank yang lebih digital dan berorientasi transaksi turut memperkuat struktur pendanaan perusahaan.

Kondisi tersebut tercermin dari biaya dana atau cost of fund (CoF) yang pada kuartal I 2026 berada di level 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, rasio dana murah atau current account saving account (CASA) tetap terjaga pada level 68,1 persen.

Sementara itu, SEVP Transaction and Retail Funding BRI Trilaksito Singgih menilai dinamika pasar dan kondisi likuiditas akan tetap memengaruhi langkah industri perbankan dalam menentukan kebijakan pendanaannya.

Ia mengatakan BRI terus berupaya menjaga efisiensi biaya kredit agar dapat menawarkan bunga pinjaman yang kompetitif kepada masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Apakah sudah mulai ada permintaan special rate? Iya. Tetapi most of all yang lebih penting yang harus dipahami oleh masyarakat adalah kita itu inginnya punya cost of credit yang efisien sehingga bisa memberi lending rate yang bagus ke masyarakat,” kata Singgih.

Menurutnya, BRI juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi perubahan kondisi likuiditas di masa mendatang. Likuiditas, kata dia, merupakan salah satu faktor paling penting dalam industri perbankan sehingga setiap perubahan pasar akan terus dipantau dan direspons sesuai kebutuhan.

Dalam sebulan terakhir, Bank Indonesia tercatat telah menaikkan BI-Rate secara bertahap hingga total 100 basis poin.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 19-20 Mei 2026, BI lebih dulu menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin. Kebijakan itu menjadi kenaikan pertama setelah suku bunga acuan dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.

Namun pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat membuat bank sentral kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin melalui RDG Mingguan pada 9 Juni 2026 di luar jadwal reguler.

Terakhir, dalam RDG Bulanan yang digelar pada 18 Juni 2026, Bank Indonesia kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin. Dengan demikian, suku bunga acuan kini berada di level 5,75 persen atau naik kumulatif 100 basis poin dalam satu bulan terakhir.

Berdasarkan data Bank Indonesia, suku bunga kredit pada Mei 2026 tercatat sebesar 8,72 persen, sedangkan suku bunga deposito tenor satu bulan berada di level 4,26 persen.

(Sumber: Antara)

x|close