BRI Sebut Wacana Buyback Saham Akan Dikaji Sesuai Ketentuan yang Berlaku

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 11:19
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (ketiga dari kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga dari kanan), COO BPI Danantara Dony Oskaria (kedua dari kanan), Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kanan), dan jajaran direksi BUMN lainnya. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (ketiga dari kiri), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (ketiga dari kanan), COO BPI Danantara Dony Oskaria (kedua dari kanan), Direktur Utama BRI Hery Gunardi (kanan), dan jajaran direksi BUMN lainnya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyatakan akan melakukan kajian secara mendalam terkait wacana pembelian kembali saham (buyback) yang mengemuka setelah pertemuan antara Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dan jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Selasa, 9 Juni 2026.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan setiap langkah korporasi yang akan diambil perusahaan harus melalui pertimbangan yang matang dan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

“Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku,” kata Hery dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Hery, kepercayaan pasar terhadap BRI selama ini dibangun melalui kinerja perusahaan yang konsisten. Oleh sebab itu, perseroan saat ini tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui pengelolaan kualitas aset, penguatan modal dan likuiditas, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

“Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Hery.

Ia menilai perhatian dari berbagai pihak terhadap sektor perbankan menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya industri perbankan yang hingga kini masih memiliki kinerja dan fundamental yang kuat. Menurutnya, kondisi pasar yang stabil menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga iklim investasi tetap sehat.

“Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat,” ujar Hery.

Selain menjabat sebagai Direktur Utama BRI, Hery juga merupakan Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional. Ia menegaskan bahwa kondisi fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini masih berada dalam posisi yang kuat.

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan, hingga April 2026 pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,98 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif,” kata Hery.

Sebelumnya, pada Selasa, 9 Juni 2026, Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, bersama para pimpinan bank yang tergabung dalam Himbara.

Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Bank Negara Indonesia Putrama Wahju Setyawan, dan Direktur Utama Bank Mandiri

Riduan. Turut hadir pula Chief Executive Officer Indonesia Investment Authority Oki Ramadhana, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.

Dalam rapat itu, Dasco didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Chief Operating Officer BPI DanantaraDony Oskaria.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis guna menjaga stabilitas pasar modal sekaligus meningkatkan kepercayaan investor, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan buyback saham oleh emiten-emiten BUMN.

(Sumber: Antara)

x|close