Menkop Dorong Pengembangan Koperasi Energi Terbarukan untuk Perkuat Ekonomi Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 23:35
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Forum Ekonomi Hijau Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Forum Ekonomi Hijau Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengembangan koperasi yang berbasis energi terbarukan sebagai salah satu langkah memperkuat ekonomi hijau sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat membuka Forum Ekonomi Hijau Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Menurutnya, koperasi memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan karena mampu mengelola sumber daya secara produktif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam transformasi ekonomi nasional.

“Untuk memperkuat peran tersebut, Kementerian Koperasi mendorong berbagai kegiatan pengembangan koperasi berbasis energi terbarukan, sehingga instrumen kemandirian ekonomi desa itu juga bisa berkembang secara bersamaan,” kata Ferry dikutip dari keterangan pers.

Sebagai contoh, Ferry menyoroti program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Koperasi menemukan masih ada sejumlah desa yang belum menikmati akses listrik yang memadai dan masih bergantung pada generator berbahan bakar solar yang hanya dapat beroperasi dalam waktu terbatas setiap harinya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Koperasi menggandeng PT PLN (Persero) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang akan menjadi proyek percontohan bagi koperasi desa di Pulau Sembur Laut, Kota Batam.

“Kami berdiskusi dengan PT PLN dan membuat pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 6 megawatt yang kami buat sebagai pilot project di Sembur Laut. Dalam waktu dekat sudah bisa diresmikan menjadi model percontohan,” ujar Ferry.

Ia berharap proyek percontohan tersebut dapat menjadi model yang diterapkan di berbagai desa lain yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.

Menurut Ferry, pemanfaatan energi terbarukan berpotensi menurunkan biaya energi yang selama ini menjadi beban masyarakat di daerah terpencil, terutama wilayah yang masih mengandalkan bahan bakar solar untuk kebutuhan listrik.

Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya mendorong ekonomi hijau di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, penguatan koordinasi antarsektor, hingga kebutuhan pendanaan yang memadai untuk mendukung berbagai program yang dijalankan.

Ferry juga menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau tidak bisa hanya bergantung pada kebijakan pemerintah maupun kontribusi pelaku usaha besar. Menurutnya, perubahan tersebut harus tumbuh dari tingkat komunitas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

x|close