Pemerintah Tarik Pembiayaan Utang Rp305,5 Triliun hingga April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 10:09
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama jajarannya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah mencatat realisasi penarikan pembiayaan utang mencapai Rp305,5 triliun hingga 30 April 2026. Nilai tersebut setara 36,7 persen dari target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp832,2 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembiayaan utang tersebut masih dalam kondisi terjaga dan sesuai perencanaan pemerintah.

“Ini pembiayaan terjaga dan terukur. Saya pikir pembiayaan utang sampai dengan April sebesar Rp305,5 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Sementara itu, realisasi pembiayaan nonutang tercatat sebesar Rp7 triliun atau sekitar 4,9 persen dari target APBN sebesar Rp143,1 triliun.

Dengan capaian tersebut, total realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir April 2026 mencapai Rp298,5 triliun atau sekitar 43,3 persen dari target APBN sebesar Rp689,1 triliun.

Baca Juga: Rosan: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Kementerian Keuangan menyatakan kinerja pembiayaan anggaran masih berada pada jalur yang sesuai dengan desain APBN dan mendukung pengelolaan fiskal yang kredibel serta akuntabel.

Selain itu, pengelolaan pembiayaan APBN 2026 dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi likuiditas pemerintah, optimalisasi kas negara, serta dinamika pasar keuangan.

Di sisi lain, defisit APBN hingga 30 April 2026 mengalami penurunan menjadi 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau senilai Rp164,4 triliun.

Pendapatan negara tercatat tumbuh 13,3 persen dengan realisasi mencapai Rp918,4 triliun atau setara 29,1 persen dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun.

Baca Juga: Investasi Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2026

Sementara itu, belanja negara mengalami peningkatan signifikan sebesar 34,3 persen menjadi Rp1.082,8 triliun. Angka tersebut setara 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun.

Keseimbangan primer juga berbalik mencatat surplus sebesar Rp28 triliun setelah sebelumnya mengalami defisit. Surplus tersebut menunjukkan kondisi fiskal yang masih cukup kuat dalam mengelola pendapatan, belanja, dan kewajiban utang pemerintah.

Purbaya menambahkan bahwa kinerja defisit dan keseimbangan primer pada April 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan capaian pada Maret 2026.

(Sumber: Antara)

x|close