Purbaya Sebut APBN Defisit Rp164,4 Triliun hingga April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 21:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp164,4 triliun hingga April 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp164,4 triliun hingga April 2026. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono )


Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp164,4 triliun hingga April 2026.

Purbaya menyampaikan bahwa angka tersebut setara 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Defisitnya tinggal Rp 164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Selasa 19 Mei 2026.

Purbaya merincikan untuk pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau 29,1 persen dari proyeksi APBN, angka ini tumbuh 13,3 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: 30 Investor China Kumpul Bahas Masalah Investasi RI di Depan Bahlil dan Purbaya

Baca juga: Purbaya Respons Isu Badan Ekspor: Saya Nggak Tahu, Presiden yang Akan Umumkan

Adapun pendapatan negara ini mencakup penerimaan pajak Rp646,3 triliun atau 27,4 persen dari outlook, kepabeanan dan cukai Rp100,6 triliun atau 29,9 persen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp171,3 triliun atau 37,3 persen, dan penerimaan hibah Rp300 miliar atau 41,1 persen.

Kemudian belanja negara mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari proyeksi APBN, angka ini tumbuh 34,3 persen dari tahun lalu .

Belanja negara ini mencakup belanja pemerintah pusat Rp826 triliun atau 26,2 persen dari proyeksi APBN, yang terdiri dari belanja kementerian lembaga (K/L) Rp400,5 triliun atau 26,5 persen,

Kemudian belanja non K/L Rp425,5 triliun atau 26,0 persen, lalu Transfer ke Daerah (TKD) Rp256,8 triliun atau 37,1 persen dari proyeksi APBN.

Sementara itu Keseimbangan primer surplus Rp28 triliun per April 2026, naik dari Maret 2026 yang sempat defisit Rp95,8 triliun.

x|close