Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tingginya harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di wilayah Papua dan Maluku dipengaruhi oleh persoalan distribusi dan tingginya biaya transportasi.
“(Minyakita) yang mahal itu di Maluku dan Papua. Apa artinya? Artinya (ada pengaruh harga dari sisi) transportasi,” kata Zulhas saat meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Zulhas, harga Minyakita di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera umumnya sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), sementara sejumlah daerah di Indonesia timur masih mengalami disparitas harga yang cukup tinggi.
Ia mengatakan kondisi harga tersebut dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
“Dilihat di SP2KP itu real time. Saudara-saudara bisa buka, ya. Jawa, Sumatera yang dekat pelabuhan memang biru, hijau, itu artinya sesuai HET. Tetapi yang mahal itu di Maluku dan Papua,” ujarnya.
Berdasarkan data SP2KP per 12 Mei 2026, harga Minyakita di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku tercatat mencapai Rp23 ribu per liter, sedangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur mencapai Rp22.333 per liter.
Sementara itu di Papua, harga Minyakita tercatat Rp20 ribu per liter di Kabupaten Waropen, Rp19 ribu per liter di Kabupaten Sarmi, dan Rp18 ribu per liter di Kabupaten Jayapura. Angka tersebut masih berada di atas HET pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Di sisi lain, berdasarkan pantauan di Pasar Palmerah Jakarta, harga Minyakita dijual sesuai HET yakni Rp15.700 per liter.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menunjukkan volume Minyakita sesuai takaran 1 liter yang dijual pedagang di Pasar Jaya Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu, 15 Maret 2025. (Antara)
Baca Juga: BULOG Pastikan Distribusi Minyakita Tetap Berjalan dan Terjaga
Zulhas mengatakan pemerintah telah meminta Perum Bulog untuk mempercepat distribusi Minyakita ke daerah-daerah yang mengalami harga tinggi, termasuk Papua dan Maluku.
Selain itu, pemerintah juga akan melibatkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui dukungan subsidi transportasi guna membantu menekan biaya distribusi.
“Saya sudah minta agar ini bisa di-handle oleh Bulog, segera menyuplai daerah-daerah termasuk Papua dan Maluku. Nanti juga dengan Kementerian Perhubungan karena memberikan subsidi transportasi agar harga bisa ditekan,” ungkapnya.
Berdasarkan data SP2KP Kemendag pada 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional Minyakita berada di angka Rp15.865 per liter atau turun 0,31 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan stok Minyakita secara nasional sebenarnya aman dan tantangan utama hanya berada pada distribusi ke wilayah tertentu.
“Kalau daerah Papua, Maluku itu sebenarnya masalah distribusi,” ujar Budi.
Baca Juga: Tinjau Gudang Bulog di Lumajang, Mas Kawe Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman
Ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan kewajiban distribusi minimal 35 persen minyak goreng domestic market obligation (DMO) melalui Bulog dan ID FOOD untuk memperkuat penyaluran, khususnya ke kawasan timur Indonesia.
Menurut Budi, realisasi distribusi melalui BUMN pangan saat ini bahkan telah melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah.
“Sekarang juga sudah lebih dari 50 persen yang disalurkan oleh BUMN Pangan,” ucapnya.
Pemerintah berharap penguatan distribusi melalui BUMN pangan tersebut dapat membantu menekan kesenjangan harga Minyakita di Papua dan Maluku.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan keterangan kepada pers usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Aria Ananda) (Antara)