Mazda Andalkan China Kembangkan Mobil Listrik, Kualitas Tak Dikorbankan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 10:12
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi. Mazda CX-30 menjadi model pertama yang diproduksi lokal di Mazda Plan Indonesia, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Adiantoro/NTV) Ilustrasi. Mazda CX-30 menjadi model pertama yang diproduksi lokal di Mazda Plan Indonesia, Citeureup, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Adiantoro/NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Mazda mengandalkan China untuk mengembangkan mobil listrik yang mampu bersaing dengan produsen kendaraan listrik global, termasuk BYD dan Tesla. 

Meski proses pengembangan dilakukan lebih cepat, pabrikan asal Jepang itu menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas.

Strategi tersebut diterapkan pada dua model listrik terbarunya, yakni Mazda 6e dan Mazda CX-6e, yang dikembangkan dan diproduksi di China melalui kerja sama dengan Changan.

Kedua model tersebut memanfaatkan teknologi dan komponen dasar dari mitra usaha patungan Mazda, Changan. 

Namun, Mazda tetap menghadirkan desain bodi serta penyetelan berkendara khasnya untuk mempertahankan karakter yang lebih sporty, terutama bagi pasar ekspor.

Dikutip dari Drive, Rabu (14/10/2026), pengembangan SUV Mazda CX-6e telah dimulai sejak 2022. 

Menurut General Manager Divisi Desain Mazda, Eiji Kimoto, proses tersebut memang sedikit lebih cepat dibandingkan proyek pengembangan kendaraan Mazda pada umumnya.

Meski demikian, percepatan itu tidak berarti Mazda memangkas tahapan penting dalam proses desain.

Kimoto menjelaskan, desain memiliki peran penting dalam membentuk identitas kendaraan Mazda. 

Karena itu, perusahaan tidak sengaja mempersingkat waktu pengembangan desain hanya demi mempercepat peluncuran produk.

Dia juga menilai percepatan pengembangan kendaraan bukan fenomena yang hanya terjadi di China. 

Produsen mobil di berbagai negara turut berupaya memperpendek waktu pengembangan agar dapat merespons persaingan pasar dengan lebih cepat.

"Di negara lain, bukan hanya China, para OEM benar-benar berusaha mempercepat waktu pengembangan. Jadi, saya tidak melihat banyak perbedaan," ujarnya.

Baca Juga: SUV Listrik Mazda CX-6e Punya Fitur Unik, Bisa Teriak ke Pejalan Kaki

Mazda 6e dan CX-6e Dikembangkan Bersama Changan

Di China, Mazda 6e pertama kali diperkenalkan dengan nama EZ-6 pada April 2024 dan mulai dipasarkan pada tahun yang sama. 

Sementara itu, Mazda CX-6e diperkenalkan sekitar setahun kemudian dengan nama EZ-60. Mazda 6e versi setir kiri kemudian memasuki pasar Eropa pada 2025. Adapun CX-6e diperkenalkan ke pasar tersebut pada 2026.

Menurut Manajer Program kendaraan tersebut, Hiroshi Ozawa, pengembangan Mazda 6e pada awalnya belum mencakup versi setir kanan. 

Sebaliknya, konfigurasi setir kanan sudah masuk dalam rencana awal pengembangan CX-6e.

Perbedaan perencanaan tersebut turut menjelaskan mengapa kedua model itu dapat diperkenalkan di Australia dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

Mazda Adopsi Keunggulan Pengembangan Mobil China

Ozawa menegaskan, Mazda tidak sekadar meniru metode pengembangan kendaraan yang digunakan produsen China. 

Perusahaan tetap menerapkan standar kualitas dan karakter produk yang menjadi bagian dari identitas mereknya.

Meski begitu, Mazda juga terbuka untuk mengadopsi berbagai keunggulan dari proses produksi dan pengembangan kendaraan di China.

Menurut Ozawa, pendekatan tersebut memungkinkan waktu pengembangan menjadi lebih singkat dibandingkan proses yang biasa dilakukan Mazda di Jepang, tanpa mengorbankan kualitas kendaraan.

Kolaborasi ini juga menjadi pengalaman penting bagi Mazda karena merupakan salah satu proyek yang melibatkan Changan dalam pengembangan kendaraan secara menyeluruh.

"Bagi kami, ini adalah pertama kalinya bekerja sama dengan Changan (pada sebuah kendaraan secara keseluruhan), jadi dalam arti tertentu kami menjalani proses tersebut dan kami bekerja dengan baik," ungkapnya.

Melalui Mazda 6e dan CX-6e, perusahaan berupaya memadukan efisiensi pengembangan kendaraan di China dengan desain, karakter berkendara, dan standar kualitas khas Mazda. 

Strategi ini menjadi salah satu langkah Mazda untuk memperkuat daya saing di tengah persaingan pasar mobil listrik global yang semakin ketat.

x|close