Fadly Alberto Dicoret dari Timnas Indonesia U-20 Usai Tragedi Tendangan Kungfu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 14:42
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Fadly Alberto Fadly Alberto (IG: Fadly Alberto)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemain Timnas Indonesia U-20, Fadly Alberto Hengga, resmi dicoret dari skuad setelah terlibat insiden kekerasan dalam laga Elite Pro Academy (EPA) musim 2025/2026.

Keputusan tegas itu diambil Badan Tim Nasional (BTN) menyusul aksi tendangan keras yang dilakukan Fadly Alberto ke arah kepala pemain Dewa United U-20 dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC U-20 di Stadion Citarum, Minggu 19 April 2026.

Ketua BTN, Sumardji, menegaskan bahwa pencoretan dilakukan tanpa kompromi, meskipun Fadly merupakan salah satu pemain kunci di tim.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FOOTBALL INDONESIA (@futboll.indonesiaa)

“Sudah dicoret di timnas Alberto Hengga. Dia pemain kunci timnas U-20,” ujar Sumardji dilansir akun Instagram @futboll.indonesiaa.

Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20 itu awalnya berlangsung kompetitif. Namun, situasi memanas setelah peluit akhir dibunyikan hingga memicu keributan di pinggir lapangan.

Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Fadly Alberto Lakukan Tendangan Kungfu ke Lawan

Dalam insiden tersebut, Fadly Alberto menjadi sorotan setelah melakukan tendangan yang dinilai berbahaya hingga membuat salah satu pemain Dewa United terkapar dan harus mendapatkan penanganan medis.

Fadly Alberto sendiri sebelumnya dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial, bahkan sempat mendapat predikat wonderkid Asia pada ajang Piala Dunia U-17 2025.

Menanggapi kejadian itu, pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, menyampaikan penyesalannya atas insiden yang melibatkan pemain muda tersebut.

“Pastinya kejadian itu sangat disayangkan dan apapun situasi serta alasannya, itu bukan contoh yang baik untuk pemain lainnya,” tulis Nova Arianto melalui akun media sosialnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pemain tim nasional harus mampu menjadi teladan, sehingga tindakan indisipliner seperti ini tidak dapat ditoleransi.

“Seandainya benar ada pemain Timnas usia muda yang terlibat, pastinya ada konsekuensi yang akan diberikan,” tambahnya.

Pencoretan Fadly Alberto menjadi sinyal tegas bahwa pembinaan karakter dan sportivitas menjadi prioritas utama dalam pengembangan pemain muda di lingkungan tim nasional Indonesia.

x|close