Ntvnews.id, Jakarta - Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-20 kembali menjadi sorotan setelah insiden kericuhan terjadi dalam pertandingan antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 pada matchday ke-33.
Laga yang digelar di Stadion Citarum, Minggu kemarin, 19 April 2026, laga tersebut diwarnai aksi kekerasan antar pemain usai pertandingan berakhir.
Secara permainan, pertandingan berlangsung sengit sejak awal hingga akhir. Tim tamu Dewa United U-20 berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas tuan rumah.
Lihat postingan ini di Instagram
Dua gol kemenangan Dewa United dicetak oleh Abu Thalib dan Kelvin Ananda Hairulis, sementara Bhayangkara FC U-20 hanya mampu membalas melalui Aqilah Lissunah.
Namun, situasi memanas justru terjadi setelah peluit panjang dibunyikan. Kekalahan di kandang sendiri diduga memicu emosi para pemain Bhayangkara FC U-20. Keributan pun tak terhindarkan, melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim di tengah lapangan.
Baca Juga: Juventus Benamkan Bologna Dua Gol Tanpa Balas
Insiden tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah video kericuhan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat salah satu pemain Bhayangkara FC U-20 melakukan aksi berbahaya berupa tendangan yang disebut-sebut menyerupai “kungfu kick” ke arah pemain lawan.
Nama Fadly Alberto kemudian mencuat di kalangan warganet sebagai sosok yang diduga melakukan aksi tersebut. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub maupun operator liga terkait insiden tersebut.
Peristiwa ini memicu kecaman publik yang menilai tindakan kekerasan tidak seharusnya terjadi, terlebih dalam kompetisi usia muda yang diharapkan menjadi wadah pembinaan pemain masa depan. Banyak pihak mendesak adanya investigasi dan sanksi tegas guna menjaga sportivitas serta citra sepak bola nasional.
Selain itu juga, Fadly Alberto bakal mendapatkan saksi berat dari PSSI dengan larangan bermain di Indonesia selama seumur hidup jika terbukti bersalah.
Fadly Alberto (IG: Fadly Alberto)