38 Tahun Tak Pernah Menang Lawan Oman, Timnas Indonesia Bidik Hasil Positif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 23:45
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
John Herdman John Herdman (X: Timnas Indonesia)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memasang target ambisius jelang laga FIFA Matchday melawan Oman. Juru taktik asal Inggris itu ingin membawa skuad Garuda mengakhiri penantian panjang selama 38 tahun tanpa kemenangan atas Oman.

Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman dalam laga persahabatan FIFA yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. Pertandingan ini menjadi salah satu ujian penting bagi skuad Merah Putih untuk mengukur kemampuan menghadapi tim yang memiliki peringkat FIFA lebih tinggi.

"Kami belum pernah mengalahkan Oman dalam 38 tahun terakhir, dan itulah tantangan kami," ujar Herdman dalam konferensi pers pra-pertandingan di SUGBK, Kamis, 4 Juni 2026.

John Herdman <b>(Zaki Islami)</b> John Herdman (Zaki Islami)

Pelatih berusia 50 tahun itu berharap dukungan penuh suporter dapat menjadi tambahan energi bagi para pemain di lapangan. Ia mengajak para pendukung Timnas Indonesia untuk memenuhi stadion dan menciptakan atmosfer yang dapat membantu tim meraih hasil positif.

Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Indonesia dan Oman telah bertemu enam kali. Tim Garuda hanya mampu meraih dua kemenangan yang terjadi pada ajang King's Cup edisi 1987 dan 1988.

Pada pertemuan pertama di King's Cup 1987, Indonesia berhasil menang dengan skor 2-0. Setahun kemudian, skuad Garuda kembali menundukkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0. Namun setelah itu, Indonesia belum pernah lagi merasakan kemenangan atas negara Timur Tengah tersebut.

Baca Juga: Kevin Diks: Rizky Ridho Pantas Jadi Kapten

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada 2021 ketika Indonesia yang saat itu ditangani Shin Tae-yong harus mengakui keunggulan Oman dengan skor 1-3 dalam laga persahabatan.

Meski berstatus laga uji coba, Herdman menegaskan bahwa pertandingan melawan Oman memiliki arti yang jauh lebih besar bagi timnya. Menurut dia, laga tersebut merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan perkembangan dan daya saing di level Asia.

"Ini bukan sekadar laga persahabatan. Ini kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah pesaing yang serius di AFC," tegasnya.

Saat ini, Oman berada di posisi yang lebih baik dalam ranking FIFA. Tim berjuluk Al-Ahmar itu menempati peringkat ke-79 dunia, sedangkan Indonesia masih berada di peringkat ke-122.

Perbedaan ranking tersebut membuat Oman lebih diunggulkan di atas kertas. Namun Herdman melihat laga ini sebagai momentum penting untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan tim-tim yang berada di level lebih tinggi.

Selain memburu kemenangan bersejarah, Herdman juga ingin memanfaatkan pertandingan ini untuk mengevaluasi performa tim dari dua pertandingan sebelumnya pada FIFA Series 2026 yang digelar pada akhir Maret lalu.

Menurutnya, masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir. Meski timnya mampu menguasai jalannya pertandingan dalam beberapa kesempatan, efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah utama.

"Salah satu kekurangannya sangat jelas. Kami tidak menghasilkan cukup banyak tembakan tepat sasaran meski memiliki kontrol permainan yang besar," kata Herdman.

Ia juga menilai para pemain masih perlu meningkatkan intensitas serangan, khususnya dalam menempatkan lebih banyak pemain di area penalti lawan dan menciptakan peluang berbahaya dari situasi-situasi krusial.

"Kami juga tidak cukup banyak menempatkan pemain di kotak penalti dan belum memiliki kualitas serangan yang memadai di area-area penting," lanjutnya.

Dengan kombinasi target mengakhiri puasa kemenangan selama hampir empat dekade dan keinginan menunjukkan kemajuan di level Asia, laga melawan Oman menjadi pertandingan yang sarat makna bagi Timnas Indonesia. Jika mampu meraih hasil positif, skuad Garuda bukan hanya memutus rekor buruk, tetapi juga mengirim pesan bahwa mereka siap menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Asia.

x|close