Ntvnews.id, Jakarta - Premier League menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran serius terhadap regulasi keuangan kompetisi Inggris tersebut.
Mengutip laman resmi Premier League, sebuah komisi independen memutuskan Manchester City bersalah atas seluruh tuduhan pelanggaran regulasi finansial yang terjadi selama periode sembilan musim.
Klub juga dinyatakan terbukti melakukan sebagian besar pelanggaran terkait kewajibannya untuk bekerja sama dalam proses penyelidikan yang dilakukan Premier League.
Baca Juga: Thailand Kokoh di Puncak Klasemen Grup B Usai Bungkam Vietnam 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026
Pelanggaran yang diputuskan komisi independen tersebut terjadi dalam rentang musim 2009/2010 hingga 2017/2018.
Dalam laporan tersebut, terdapat setidaknya empat bentuk pelanggaran yang dilakukan Manchester City.
Pertama, Manchester City disebut menggunakan kontrak yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya dengan sejumlah mitra komersial. Klub juga dinilai mengandalkan perjanjian serupa dengan pihak lain untuk meningkatkan pendapatan secara artifisial sekaligus menekan biaya yang tercatat.
Kedua, Manchester City dinyatakan menyerahkan laporan keuangan yang tidak akurat. Klub juga disebut menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya dari auditor maupun badan regulator sepak bola.
Ketiga, klub dinyatakan melakukan pelanggaran signifikan terhadap batas pengeluaran yang diberlakukan Premier League dan UEFA.
Keempat, Manchester City dinilai melanggar kewajiban untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik selama proses penyelidikan Premier League berlangsung. Dari empat dugaan pelanggaran terkait kerja sama tersebut, tiga dinyatakan terbukti.
Kepala Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan keputusan komisi independen telah menetapkan fakta mengenai aktivitas Manchester City selama periode yang diperiksa.
Menurut Masters, keputusan tersebut juga menjelaskan bagaimana Manchester City secara sistematis melanggar sejumlah peraturan Premier League selama hampir satu dekade.
"Hal ini juga membenarkan keputusan Premier League untuk menindaklanjuti kasus terhadap Manchester City ini. Meskipun prosesnya sejauh ini berlangsung lama dan sulit, pihak Liga tetap bertekad agar fakta-fakta tersebut dapat ditetapkan secara independen," ujar Masters.
Masters menegaskan bahwa Premier League memiliki tanggung jawab untuk memastikan aturan yang telah disepakati seluruh klub dapat ditegakkan demi menjaga integritas kompetisi.
Ia menyebut penerapan regulasi diperlukan agar kompetisi tetap berlangsung secara kompetitif dan adil bagi seluruh klub serta para pendukung.
"Kasus disipliner dan keputusan ini merupakan yang paling signifikan dalam sejarah Premier League. Masih ada aspek-aspek kasus yang harus diputuskan, termasuk yang tak kalah pentingnya sanksi apa yang harus dijatuhkan atas pelanggaran-pelanggaran tersebut," kata Masters.
Setelah menerima keputusan dari komisi independen, Premier League berkomitmen menyelesaikan tahapan berikutnya secepat mungkin.
"Kini setelah kami menerima keputusan komisi, kami berkomitmen untuk segera menuntaskan sisa proses ini demi memberikan kepastian bagi Liga, klub-klub kami, dan para penggemar," ujar Masters.
(Sumber ANTARA)
Baca Juga: Manchester City Bantah Bersalah Terkait Dakwaan Premier League
Selebrasi Erling Haaland setelah mencetak gol kemenangan Manchester City dalam pertandingan Liga Inggris 2026/27 lawan Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris, Senin (14/9/2026). (ManCity.com). (ANTARA)