Harga Avtur Melonjak, Sebuah Maskapai Pangkas 20 Ribu Penerbangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Ntvnews.id, Berlin - Maskapai asal Jerman, Lufthansa, memutuskan untuk mengurangi jumlah penerbangan jarak pendek sebagai respons atas lonjakan harga bahan bakar pesawat. Kenaikan harga avtur terjadi tajam sejak konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran pecah, yang berdampak pada terganggunya produksi serta distribusi bahan bakar di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan ini mengikuti langkah sejumlah maskapai lain seperti KLM-Prancis dan Delta yang lebih dulu memangkas frekuensi penerbangan. Bahkan, sebagian maskapai juga telah menaikkan harga tiket untuk menutup kenaikan biaya operasional akibat mahalnya avtur.

Lufthansa berencana mengurangi sekitar 20.000 penerbangan jarak pendek selama musim panas. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional di tengah tekanan biaya bahan bakar yang terus meningkat.

Dikutip dari BBC, Jumat, 24 April 2026, lonjakan harga avtur dipengaruhi oleh peran penting kilang minyak di Timur Tengah dalam rantai pasokan global. Salah satunya adalah kilang Al-Zour di Kuwait yang berkontribusi sekitar 10% terhadap impor bahan bakar jet di Eropa, berdasarkan data Energy Intelligence.

Baca Juga: Kemlu: Izin Lintas Pesawat Militer AS di Langit Indonesia Masih Dikaji

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi kekurangan bahan bakar jet di Eropa dalam beberapa pekan ke depan. Meski demikian, pemerintah Inggris bersama sejumlah maskapai menyatakan bahwa hingga kini belum terlihat gangguan pasokan yang signifikan.

Manajemen Lufthansa menjelaskan bahwa meskipun terjadi pengurangan rute di kawasan Eropa, penumpang tetap dapat mengakses jaringan penerbangan global, khususnya untuk rute jarak jauh. Penyesuaian ini disebut sebagai langkah menjaga efisiensi di tengah lonjakan biaya operasional.

"Namun karena kenaikan harga bahan bakar jet, hal itu dicapai dengan cara yang jauh lebih efisien daripada sebelumnya," keterangan manajemen.

Ilustrasi Pesawat <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi Pesawat (Pixabay)

Langkah pengurangan ini diperkirakan mampu menghemat sekitar 40.000 metrik ton bahan bakar jet. Pengumuman tersebut juga menyusul percepatan penutupan permanen layanan penerbangan Eropa CityLine yang dilakukan pada pekan sebelumnya.

Selain itu, Lufthansa juga telah menghentikan operasional 27 pesawat dari program tersebut, yang dipengaruhi oleh tingginya harga minyak serta tekanan tambahan akibat perselisihan tenaga kerja.

Perusahaan menambahkan, sekitar 120 penerbangan pertama dari rencana pengurangan ini telah mulai diberlakukan sejak Selasa, dengan rute yang terdampak mencakup penerbangan dari Frankfurt menuju Polandia dan Norwegia.

x|close