Ntvnews.id
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 16 April 2026, KLM menyebut telah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap jadwal penerbangan untuk periode mendatang.
"Ini menyangkut sejumlah kecil penerbangan di Eropa yang, karena kenaikan biaya avtur, saat ini tidak lagi layak secara finansial untuk dioperasikan," katanya.
Baca Juga: Pesawat KLM Royal Dutch Airlines Alami Gangguan Hidrolik dan Tergelincir di Bandara Oslo
Maskapai tersebut juga menegaskan bahwa tidak terdapat kekurangan pasokan bahan bakar jet.
Pembatalan ini mencakup sekitar 80 perjalanan pulang pergi dari dan menuju Bandara Schiphol di Belanda.
Jumlah tersebut disebut hanya mewakili kurang dari satu persen dari total operasional penerbangan KLM di Eropa selama periode tersebut.
Dalam pernyataannya, KLM juga mengantisipasi meningkatnya volume perjalanan selama musim liburan Mei dan berupaya memastikan penumpang tetap dapat mencapai tujuan mereka sesuai rencana.
Baca Juga: Koper Tertinggal, Ridwan Kamil Keluhkan Pelayanan Maskapai KLM
Di sisi lain, kenaikan biaya operasional ini turut dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya yang melibatkan Iran.
Kondisi tersebut berdampak pada industri penerbangan global, dengan sejumlah maskapai lain juga melakukan pembatalan penerbangan serta penyesuaian jadwal.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi Maskapai Belanda KLM. (ANTARA News/Lukisatrio) (Antara)