Geger Penumpang Henti Jantung di Penerbangan, Berhasil Diselamatkan Tiga Dokter

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Singapore Airlines Ilustrasi Pesawat Singapore Airlines (Instagram)

Ntvnews.id, Singapura - Penerbangan malam rute Singapura menuju Sydney yang dioperasikan Singapore Airlines sempat diwarnai kepanikan setelah seorang penumpang tiba-tiba pingsan di dalam kabin.

Beruntung, tiga dokter gawat darurat yang berada di dalam pesawat sigap memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan nyawa pria tersebut. Insiden ini terjadi sekitar tiga jam setelah pesawat lepas landas.

Dilansir dari Mothership, Jumat, 24 April 2026, salah satu penumpang, Kanwar S. Lather, mengaku merasakan tendangan dari kursi belakang saat hendak beristirahat. Ketika menoleh, ia melihat seorang pria dalam kondisi tidak sadar, sementara sang istri panik meminta pertolongan. "Adakah seseorang yang bisa menolong?" teriak sang istri.

Lather, yang memiliki pengalaman hampir dua dekade sebagai dokter gawat darurat, segera memeriksa kondisi korban. Ia menemukan bahwa pria berusia sekitar 60 tahun tersebut mengalami henti jantung.

"Pria ini sekarat," kata Lather seperti dikutip dari Mothership.

Baca Juga: Eropa Terancam Kehabisan Bahan Bakar Pesawat dalam Hitungan Minggu

Dua dokter lain yang turut membantu adalah Ian Mathews dari National University Hospital serta Michael Fung dari Khoo Teck Puat Hospital. Ketiganya diketahui tengah dalam perjalanan menuju Sydney untuk menghadiri konferensi medis.

Mereka langsung melakukan resusitasi jantung paru (CPR) secara bergantian. Pasien diposisikan di kursinya agar penanganan lebih optimal, sambil diberikan infus dan obat-obatan. Alat kejut jantung (AED) juga digunakan, namun tidak menunjukkan kebutuhan untuk kejut listrik sehingga CPR terus dilanjutkan. Awak kabin ikut membantu dengan menyediakan oksigen serta perlengkapan medis.

"Mereka mempersiapkan barang-barang seperti rumah sakit mini," ujar Lather.

ilustrasi pesawat. <b>(Pixabay)</b> ilustrasi pesawat. (Pixabay)

Setelah hampir 45 menit penanganan, detak jantung pasien akhirnya kembali dan ia mampu bernapas secara mandiri. Pilot kemudian memutuskan melakukan pendaratan darurat di Adelaide, Australia.

Selama sisa penerbangan, ketiga dokter terus memantau kondisi pasien, termasuk mengganti oksigen dan menjaga kesadarannya. Berdasarkan keterangan keluarga, pria tersebut memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani operasi bypass sebelumnya.

"Saya rasa pria itu selamat karena kami langsung bertindak dalam waktu satu menit setelah (serangan jantung) dimulai," kata Lather.

Pesawat akhirnya mendarat di Bandara Adelaide sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Pasien kemudian diserahkan kepada tim ambulans sebelum penerbangan kembali dilanjutkan menuju Sydney.

x|close