Ntvnews.id
"Kami berharap CoC bisa ditandatangani tahun ini. Kami akan cari jalannya bagaimana (pembahasan CoC) tidak lagi berlarut-larut," ujar Sugiono dalam wawancara singkat di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Sebelumnya, Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing juga menegaskan komitmen negaranya untuk menyelesaikan CoC sesuai target tahun 2026.
Ia menyebutkan bahwa komitmen tersebut telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi setelah agenda politik tahunan China yang dikenal sebagai “Dua Sesi”.
Baca Juga:Helikopter dan Jet Tempur AS Jatuh di Laut China Selatan
Menurut Wang Qing, keberadaan CoC nantinya akan menjadi fondasi penting dalam penyelesaian sengketa maritim antarnegara sekaligus mengubah persepsi kawasan Laut China Selatan yang selama ini identik dengan konflik.
"Sekarang kami ingin bekerja bersama negara-negara ASEAN untuk membuat Laut China Selatan sebagai laut perdamaian dan kerja sama," kata Wang Qing.
Dalam forum ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Retreat yang digelar pada Januari lalu, para menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara telah menyepakati komitmen bersama untuk menyelesaikan CoC pada 2026.
Baca Juga: China Sebut Negosiasi Kode Etik Laut China Selatan Masuki Tahap Krusial
Mereka juga mengapresiasi kemajuan dalam proses negosiasi yang melibatkan sejumlah negara terkait, seperti China, Vietnam, dan Filipina.
Sebagai informasi, pembahasan CoC Laut China Selatan berawal dari penandatanganan Declaration of the Conduct of Parties in the South China Sea (DoC) pada November 2002 di Phnom Penh, Kamboja.
(Sumber: Antara)
Arsip - Menteri Luar Negeri RI Sugiono (kiri) dan Menlu China Wang Yi di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing, China, Senin (21/4/2025). (ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa) (Antara)