BRIN Kembangkan Teknologi Makanan Tanpa Api untuk Dukung Konsumsi Jamaah Haji

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 05:00
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Menu makanan calon jamaah haji di Makkah. ANTARA/HO Ilustrasi: Menu makanan calon jamaah haji di Makkah. ANTARA/HO (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional mengembangkan inovasi makanan siap saji tanpa api guna mendukung kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia, terutama dalam kondisi terbatas seperti di Tanah Suci.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa teknologi tersebut mencakup berbagai metode pengemasan, mulai dari makanan kaleng, kemasan fleksibel, hingga sistem pemanas tanpa api yang kini menjadi fokus pengembangan.

"Ini memang teknologi yang sudah berkembang di perusahaan riset kita, yaitu teknologi pengemasan makanan. Mulai dari makanan dalam kaleng, pengemasan fleksibel termasuk untuk daging berkuah, hingga teknologi pemanas tanpa api. Teknologi terakhir inilah yang ke depan akan terus kita kembangkan," kata Arif Satria di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

Baca Juga: Kemlu dan Kemenhaj Koordinasi Ketat, Keamanan Jamaah Haji 2026 Jadi Prioritas

Ia menjelaskan, teknologi pemanas ini memanfaatkan bahan seperti zeolit dan kapur yang memungkinkan makanan dipanaskan hanya dengan menambahkan air dingin, tanpa membutuhkan api atau pemanas tambahan.

"Teknologi ini aman, sudah melalui uji keamanan pangan, jadi makanan dapat dipanaskan tanpa api. Ini akan sangat membantu, misalnya saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, dimana kita bisa mendapatkan sajian makanan dengan cepat, tetapi tetap enak," ujarnya.

Arif juga mengaku telah mencoba langsung makanan yang dipanaskan menggunakan teknologi tersebut dan menilai suhunya cukup panas serta layak dikonsumsi.

"Teknologi ini akan terus kita kembangkan. Basis utama kita adalah food safety (keamanan pangan) dan ketahanan pangan. Dengan memastikan tidak mengandung zat berbahaya, serta didukung teknologi lainnya," kata Arif Satria.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan BRIN, khususnya dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas makanan sebelum didistribusikan.

Baca Juga: Kemenhaj Pastikan Konsumsi Jamaah Haji di Madinah Aman, Sesuai Selera Nusantara

Ia berharap teknologi ini dapat membuat layanan konsumsi jamaah haji Indonesia menjadi lebih efisien, aman, dan berkualitas.

Zulkifli Hasan juga menegaskan bahwa makanan tersebut diperuntukkan khusus bagi jamaah Indonesia dan tidak untuk dipasarkan di Arab Saudi.

"Terkait konsumsi jamaah haji, kondisinya aman. Walaupun ada isu geopolitik, jamaah tidak perlu khawatir soal makanan. Makanan tersedia di setiap waktu saji, Insya Allah cukup lengkap dan tidak kurang apapun. Pangan aman untuk jamaah haji Indonesia," ucap Menko Zulkifli Hasan.

(Sumber: Antara)

x|close