Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar lebih mengutamakan penggunaan pangan lokal dalam penyusunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna menekan potensi lonjakan harga bahan pokok.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan potensi sumber daya serta preferensi masyarakat di masing-masing daerah.
"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal, supaya tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Ia mencontohkan dampak dari penyeragaman menu saat perayaan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober 2025. Saat itu, seluruh SPPG menyajikan nasi goreng dengan telur secara serentak.
Baca Juga: BGN Siapkan Regulasi Grading SPPG, Insentif Akan Disesuaikan Kualitas
"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau 2.200 ton. Dampaknya, harga telur sempat naik Rp3.000 per kilogram," ucap Dadan.
Dadan juga meluruskan pernyataannya terkait kebutuhan daging sapi yang sempat menjadi perbincangan publik. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan daging di satu SPPG dalam sekali proses memasak dapat setara dengan satu ekor sapi.
"Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi," ujar dia.
Ia menambahkan bahwa dalam satu kali memasak, kebutuhan daging sapi berkisar antara 350 hingga 382 kilogram. Oleh karena itu, variasi sumber protein dalam menu MBG dinilai sangat penting.
Baca Juga: Terpopuler: BGN Jadikan Jepang Rujukan Sukses MBG, Mobil Mewah Bakal Dilelang Kejagung
"Ada telur, daging ayam, daging sapi, dan ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya, berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja," tutur Dadan.
Dengan strategi tersebut, BGN berharap program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga bahan pangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
(Sumber: Antara)
Kepala BGN Dadan Hindayana meresmikan SPPG Pemuda Muhammadiyah di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (21/4/2026), ANTARA/HO-BGN. (Antara)