Danantara Tinjau Proyek PSEL Palembang, Ditargetkan Jadi Percontohan Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 07:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman (paling kiri) bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Keramasan, Kertapati, Palembang, Senin (20/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana. Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman (paling kiri) bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat meninjau proyek PSEL di Keramasan, Kertapati, Palembang, Senin (20/4/2026). ANTARA/M Imam Pramana. (Antara)

Ntvnews.id, Palembang - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara melakukan pengecekan kesiapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Palembang, Sumatera Selatan.

Director of Investment Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya mengatasi persoalan sampah nasional.

Selain itu, langkah tersebut juga merupakan bagian dari percepatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 terkait pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan berbasis energi terbarukan.

Baca Juga: Prabowo Pimpin Ratas di Danantara, Bahas Hilirisasi hingga Energi dari Sampah

"Kota Palembang dinilai siap untuk pengendalian penanganan sampah, melalui proyek PSEL," katanya, Selasa, 21 April 2026.

Ia menilai progres pembangunan proyek PSEL di Palembang berjalan dengan baik dan berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli didampingi oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Ratu Dewa mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai 81,94 persen.

Ia menambahkan bahwa proyek PSEL tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026, dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah per hari.

Baca Juga: Danantara Prioritaskan Teknologi Terbukti untuk Proyek PSEL di 47 Kabupaten/Kota

Lebih lanjut, ia mendorong agar proyek ini tetap mengedepankan kearifan lokal, sekaligus membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat sekitar.

Selain sebagai fasilitas pengolahan sampah, proyek ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi bagi pelajar terkait pengelolaan lingkungan, serta mampu memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga berdampak positif pada perekonomian daerah.

"Kita harapkan, berjalan lancar sehingga menjadi proyek percontohan nasional," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close