Rosan: Energi Hijau Jadi Magnet Investasi Asing ke Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 15:46
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta, Kamis 23 April 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menanggapi pertanyaan awak media di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta, Kamis 23 April 2026. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani menilai berbagai program pemerintah dalam pengembangan energi hijau dan energi baru terbarukan (EBT) menjadi faktor utama yang menarik minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

“Ini sejalan dengan keinginan investasi terutama dari luar negeri. Karena ini adalah investasi yang punya dampak positif terhadap kehidupan dan environment ke depannya,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.

“Program-program yang ada ini sejalan dengan appetite investasi mereka, sehingga (minat investasi terkait energi bersih di Indonesia) semakin meningkat,” ujarnya menambahkan.

Rosan menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen kuat untuk mempercepat target Net Zero Emission (NZE) dari 2060 menjadi 2050.

Oleh karena itu, berbagai program yang berkaitan dengan energi bersih terus didorong secara konsisten.

Baca Juga: Rosan Roeslani: EBT hingga Waste to Energy Jadi Sektor Potensial Investasi 2026

Salah satu contoh yang disampaikan adalah percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas PLTS hingga 100 gigawatt (GW).

Selain itu, proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal juga menjadi daya tarik tersendiri, bahkan menarik minat investor dari Jepang.

“Hal-hal seperti ini, selain stabilitas pemerintah, juga program-program prioritas pemerintah juga sejalan dengan appetite untuk mereka berinvestasi di Indonesia,” kata Rosan.

Ia berharap meningkatnya minat investor global terhadap sektor energi ramah lingkungan dapat memberikan dampak yang lebih luas, termasuk dalam peningkatan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Lebih lanjut, Rosan menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk memberikan berbagai kemudahan serta insentif bagi investor yang berkomitmen mengembangkan energi hijau, khususnya yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Lapor Prabowo, Rosan Ungkap Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp498,7 Triliun

“Kalau investasi di bidang renewable, penyerapan tenaga kerja tinggi, kita terbuka untuk memberikan insentif juga. Jadi parameter kita, insentif itu diberikan tidak semata-mata nilai investasi yang besar, tapi yang kita lihat juga adalah dari segi penyerapan tenaga kerjanya,” ujar Rosan yang juga CEO Danantara Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close