Ntvnews.id, Moskow - Parlemen di Inggris Raya pada Selasa, 21 April 2026 menyetujui rancangan undang-undang yang melarang penjualan rokok kepada individu yang lahir pada 1 Januari 2009 dan setelahnya.
Rancangan undang-undang tersebut sebelumnya telah disetujui oleh Majelis Rendah dan kemudian mendapat persetujuan dari Majelis Tinggi pada Senin, 21 April 2026.
Aturan ini akan resmi berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Raja Charles III, yang akan menjadikan Inggris sebagai negara pertama yang menerapkan larangan merokok berdasarkan generasi secara menyeluruh.
Baca Juga: Rokok Ilegal Gerus Penerimaan Negara, Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
Menteri Kesehatan Inggris, Gillian Merron, menyebut kebijakan ini sebagai langkah besar dalam upaya kesehatan masyarakat.
"Ini adalah rancangan undang-undang penting. Ini akan menciptakan generasi bebas asap rokok," kata Merron.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut merupakan salah satu intervensi kesehatan publik paling signifikan bagi generasi saat ini.
Selain melarang penjualan rokok bagi generasi muda, undang-undang ini juga memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah untuk mengatur industri tembakau dan rokok elektronik.
Baca Juga: Penegakan Hukum Jadi Kunci Utama Atasi Rokok Ilegal
Secara khusus, pemerintah dapat menetapkan aturan terkait kemasan produk, kadar nikotin, serta varian rasa yang diperbolehkan beredar di pasaran.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London, Inggris. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)