Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan hal yang tidak dapat ditawar.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, di Jakarta, Selasa, 21 April 2026, menanggapi insiden yang menimpa personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).
"Indonesia berkomitmen menjalankan mandat dalam misi UNIFIL sesuai Resolusi 1701 (2006), dengan terus melakukan penilaian berkala terhadap situasi di lapangan," kata Nabyl.
Baca Juga: Serangan terhadap UNIFIL Dikecam, Indonesia Serukan Penghormatan Gencatan Senjata
Ia menjelaskan bahwa Indonesia terus melakukan koordinasi dengan PBB serta negara-negara kontributor pasukan guna memperkuat perlindungan bagi personel penjaga perdamaian di lapangan.
Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi keamanan di Lebanon, termasuk dampaknya terhadap keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL.
Selain itu, Indonesia telah meminta PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pasukan penjaga perdamaian, baik dalam misi UNIFIL maupun misi lainnya di bawah naungan PBB.
"Bersama negara-negara kontributor, Indonesia mendorong Dewan Keamanan PBB mengambil langkah konkret untuk memperkuat perlindungan pasukan penjaga perdamaian," ujarnya.
Sebelumnya, pada 8 April, Kemlu RI menyampaikan bahwa setiap keputusan terkait perubahan partisipasi personel TNI dalam UNIFIL harus melalui pertimbangan yang matang.
Baca Juga: Pasukan UNIFIL Tewas Lagi di Lebanon, PBB Kecam Serangan
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam UNIFIL merupakan bagian dari komitmen internasional untuk menjaga perdamaian dunia.
"Berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk usulan penarikan, harus melalui pertimbangan yang sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, maupun kontribusi Indonesia terhadap stabilitas kawasan," kata Yvonne.
Dalam pelaksanaan misi tersebut, Indonesia telah kehilangan tiga personel TNI dan delapan lainnya mengalami luka dalam tiga insiden terpisah di Lebanon. Sementara itu, Prancis juga melaporkan satu prajurit gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap UNIFIL pada 18 April.
(Sumber: Antara)
Arsip - Istri dan anak Serka (Anm) M. Nur Ichwan menghadiri penghormatan jenazah personel penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (4/4/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.) (Antara)