Ntvnews.id, Jakarta - Anggota DPR RI Andre Rosiade mengungkapkan adanya kekecewaan dari Menteri Pertanian terhadap kinerja pemerintah daerah di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya dalam menindaklanjuti bantuan dan program pertanian pascabencana.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @andre_rosiade, Andre menjelaskan bahwa dua hari sebelum kunjungan Menteri Pertanian ke Sumbar, dirinya sempat diajak untuk mendampingi. Namun, ia tidak dapat hadir karena menjalankan tugas kenegaraan sebagai pimpinan Komisi VI DPR RI.
“Dua hari sebelum Menteri Pertanian berangkat ke Sumbar beliau menghubungi dan mengajak saya untuk mendampingi Beliau ke Sumbar. Tapi karena ada Tugas Kenegaraan yang harus saya Laksanakan sebagai Pimpinan Komisi VI DPR RI, saya menyampaikan Permintaan Maaf tidak bisa mendampingi Beliau ke Sumbar,” tulis Andre.
Meski tidak ikut serta, Andre menyebut dirinya diminta untuk mengoordinasikan pertemuan antara Menteri Pertanian dengan kepala daerah di Sumbar.
“Beliau meminta saya menghubungi 7 Bupati dan Walikota untuk bertemu Beliau di Bandara BIM agar bisa berkoordinasi mengenai Rencana Cetak Sawah dan Perbaikan Kembali Lahan Pertanian akibat Bencana. Alhamdulillah Bupati dan Walikota yang saya hubungi hadir bertemu beliau di Bandara,” lanjutnya.
Baca Juga: Menkum Resmikan 1.265 Posbankum di Sumbar, Dorong Akses Keadilan yang Lebih Inklusif
Setelah kunjungan tersebut, Andre mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian kembali menghubunginya dan menyampaikan evaluasi yang cukup keras terhadap kinerja pemerintah daerah.
“Setelah Kunjungan beliau ke Sumbar, beliau menghubungi saya dan menyampaikan kekecewaan terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Sumbar yang begitu Lambat bin Lambin padahal Anggaran sudah ditransfer Ratusan Milyar.”
Andre juga menyinggung kejadian serupa pada bencana lahar dingin tahun 2024, di mana menurutnya respons pemerintah daerah juga dinilai lambat.
“Kejadian ini mengingatkan kembali Kejadian Bencana Lahar Dingin di 2024. Dinas Pertanian Sumbar juga melakukan Kesalahan yg sama dimana Lamban bin Lambin sehingga waktu itu saya harus menghubungi Mentan dan pak Mentan langsung menurunkan Pejabat setingkat Direktur untuk mengawal dan memastikan Bantuan Pemerintah di Eksekusi untuk memperbaiki Lahan Pertanian di Agam dan Tanah Datar.”
Ia mempertanyakan mengapa kesalahan yang sama kembali terulang.
“Pertanyaannya Kenapa Wahai Pejabat Pemprov Sumbar tidak Belajar dari Pengalaman?????”
View this post on Instagram
Dalam unggahan tersebut, Andre juga menyampaikan kritik secara langsung kepada pejabat di Sumbar agar lebih fokus bekerja daripada sekadar pencitraan.
“JAGO LAH LAI. JAN SIBUK PENCITRAAN JUO LAI. BANTUAN PUSAT ALAH BANYAK. TAPI KALIAN LAMBEK MENGEKSEKUSI.”
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan dilandasi rasa kepedulian terhadap kampung halamannya, bukan kepentingan politik.
“Kritik ambo Lakukan karena ambo sayang dengan Kampuang ambo. Bukan karena ingin jadi Gubernur apolagi ingin memojokkan Pejabat atau Partai tertentu di Sumbar.”
Andre juga mengingatkan bahwa saat ini bukan momentum politik, melainkan waktu untuk bekerja membangun daerah.
“Pemilu masih jauh kini saatnyo Bekerja Keras Membangun Sumbar”
Ia pun menutup pernyataannya dengan seruan kepada para pejabat daerah untuk meningkatkan kinerja.
“JAGOLAH LAI PEJABAT SUMBAR”
Andre menegaskan dirinya sebagai wakil rakyat yang berasal dari Sumbar dan memiliki harapan besar terhadap kemajuan daerah tersebut.
“Anggota DPR RI yang Lahir dan Besar di Sumbar dan Ingin Kampung Halamannya menjadi Lebih Baik.”
Andre Rosiade (Ntvnews)