Dinkes DKI Ingatkan Bahaya El Nino Ekstrem

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 15:32
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. Ani Ruspitawati di halaman Balai Kota DKI, Rabu, 8 April 2026. (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Nino ekstrem yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Fenomena El Nino ekstrem memicu kenaikan suhu secara signifikan, memperpanjang musim kemarau, serta menurunkan kualitas udara. Kombinasi kondisi ini dapat memperburuk kesehatan masyarakat, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

"Suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru," ucapnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

Selain itu, penurunan kualitas udara, terutama meningkatnya partikel halus berkontribusi pada lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga: BMKG Waspadai Potensi El Nino 2026, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia menjadi yang paling berisiko terdampak. Berikut beberapa gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai:

- Dehidrasi

Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara cepat, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.

- Gangguan pernapasan

Kemarau panjang meningkatkan polusi udara yang dapat memperburuk penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernapasan lainnya.

- Masalah kulit

Udara panas dan kelembapan rendah membuat kulit menjadi kering, mudah iritasi, hingga memicu peradangan.

Tips Mencegah Dampak Buruk El Nino

Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat El Nino ekstrem, masyarakat disarankan untuk menerapkan langkah-langkah berikut:

- Perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

- Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan polusi udara.

- Batasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada pukul 11.00-15.00 WIB saat suhu sedang tinggi.

- Gunakan pelindung diri seperti topi atau payung untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.

- Aplikasikan tabir surya (sunscreen) dengan SPF tinggi untuk melindungi kulit dari radiasi UV.

- Pantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengetahui kondisi terkini dan peringatan dini.

x|close