Perry Warjiyo: Bauran Kebijakan Indonesia Tetap “On Track” di Tengah Gejolak Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 09:50
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di hadapan sejumlah investor global dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/HO-Bank Indonesia) Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di hadapan sejumlah investor global dalam rangkaian IMF Spring Meeting 2026 di Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026). (ANTARA/HO-Bank Indonesia) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa arah bauran kebijakan ekonomi Indonesia masih berada pada jalur yang tepat atau “on track” di tengah dinamika global. Hal tersebut disampaikan dalam forum internasional IMF Spring Meeting 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat.

Menurut Perry, strategi kebijakan difokuskan pada penguatan stabilitas dan ketahanan eksternal. Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan suku bunga, intervensi di pasar valuta asing, serta peningkatan likuiditas domestik. Langkah ini juga didukung komitmen fiskal pemerintah untuk menjaga defisit tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), melalui reformasi subsidi dan pengalokasian anggaran yang lebih produktif.

“Kami terus memastikan bauran kebijakan yang konsisten dan responsif untuk menjaga stabilitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global,” kata Perry.

Dalam rangkaian pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Indonesia turut ambil bagian sebagai pembicara dalam diskusi bersama Jeffrey A. Frankel dan M. Chatib Basri yang mengangkat tema “Stability in an Age of Shocks: Rethinking Macro Policy in a Fragmented World”.

Baca Juga: Purbaya: Uang Tabungan Pemerintah di Bank Indonesia Masih Rp120 Triliun

Diskusi tersebut menyoroti kondisi global yang semakin kompleks, ditandai oleh fragmentasi ekonomi, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta tingginya volatilitas pasar keuangan. Frankel menilai bahwa guncangan global kini lebih sering terjadi dan sulit diprediksi, sehingga meningkatkan risiko terhadap perekonomian dunia.

Menanggapi hal tersebut, Perry menekankan pentingnya bauran kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pesan serupa juga disampaikan kepada Umar Hadi selaku Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, sebagai bagian dari penguatan komunikasi ekonomi Indonesia di tingkat global.

Pertemuan tersebut juga menjadi forum pertukaran pandangan terkait perkembangan geopolitik dan kondisi ekonomi global terkini, yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.

Baca Juga: Bank Indonesia Catat Uang Primer Capai Rp2.396,5 Triliun per Maret 2026

Dalam kesempatan itu, Perry kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi yang terkendali, serta sinergi erat antara kebijakan moneter dan fiskal.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global guna menjaga persepsi pasar tetap positif di tengah ketidakpastian global. Selain itu, konsistensi kebijakan yang responsif serta koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait akan terus ditingkatkan demi menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

(Sumber: Antara)

x|close