AS dan Iran Siap Lanjutkan Negosiasi di Islamabad Pekan Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Perwakilan dari Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan kembali ke Islamabad, Pakistan, pada pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Proses negosiasi tersebut diperkirakan tetap berjalan meskipun Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Dilansir dari Reuters, Rabu, 15 April 2026, sejumlah sumber mengindikasikan adanya peluang pertemuan lanjutan di Islamabad. Walau kebijakan blokade memicu retorika keras dari Teheran, sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka tetap terlihat.

Salah satu sumber yang terlibat dalam perundingan menyebutkan kedua negara berpotensi kembali duduk bersama paling cepat pada akhir pekan ini. Bahkan, proposal telah diajukan kepada Washington dan Teheran untuk kembali mengirimkan delegasi masing-masing.

"Belum ada tanggal pasti yang ditetapkan, namun delegasi membuka kemungkinan dari Jumat hingga Minggu," kata seorang sumber senior Iran.

Baca Juga: Trump: Program Nuklir Iran Masih Jadi Hambatan Kesepakatan

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi pihaknya pada Senin, 13 April 2026, dan menyatakan keinginan mencapai kesepakatan. Namun, Trump menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian apa pun yang memungkinkan Iran memiliki senjata nuklir.

Sejak konflik dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz bagi hampir seluruh kapal, kecuali miliknya sendiri. Teheran menyatakan bahwa pelayaran hanya diperbolehkan di bawah kendali mereka serta dikenakan biaya. Jalur ini sebelumnya menjadi lintasan bagi hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia, sehingga dampaknya sangat signifikan secara global.

Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata AS-Iran sementara selama dua pekan, dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026). /ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata AS-Iran sementara selama dua pekan, dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026). /ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri. (Antara)

Sebagai respons, militer AS mengumumkan telah mulai memblokir aktivitas kapal keluar-masuk pelabuhan Iran sejak Senin, 13 April 2026. Teheran pun mengancam akan menyerang kapal angkatan laut yang melintas di selat tersebut serta melakukan pembalasan terhadap pelabuhan negara-negara Teluk di sekitarnya.

Sehari setelah kebijakan blokade diberlakukan, belum ada laporan mengenai tindakan langsung dari Washington terhadap kapal-kapal guna menegakkan kebijakan tersebut.

Data pelayaran menunjukkan setidaknya tiga kapal tanker yang terkait dengan Iran masih melintasi Selat Hormuz tanpa berangkat dari atau menuju pelabuhan Iran.

x|close