Dino Patti Djalal Ungkap Integritas SBY: Tak Pernah Tergoda Perpanjang Kekuasaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebelas tahun setelah mengakhiri masa jabatannya, kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih meninggalkan jejak kuat terkait integritas dalam menjalankan kekuasaan.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mengungkap sisi lain dari komitmen SBY dalam menjaga amanat konstitusi selama menjabat.

Menurut Dino, salah satu pencapaian paling penting selama dua periode kepemimpinan SBY adalah keteguhannya untuk tidak menyalahgunakan kewenangan demi memperpanjang masa jabatan. Selama satu dekade memimpin Indonesia, SBY dinilai tidak pernah menunjukkan keinginan untuk mengubah aturan dasar negara demi kepentingan pribadi.

Hal tersebut diungkapkan dalam forum diskusi FPCI di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa, 14 April 2026. Dino mengenang momen emosional menjelang berakhirnya masa pemerintahan SBY.

Baca Juga: Bersama Keluarga, SBY Ramaikan Open House Lebaran di Istana

“Yang terpenting Pak SBY saat beliau mau selesai dari pemerintahan, beliau bilang ke saya, 'Din, satu hal yang saya bangga setelah 10 tahun, I was never ever tempted to expand my power’,” ujar Dino Patti Djalal menirukan pernyataan SBY.

Dino menjelaskan bahwa godaan untuk memperluas kekuasaan merupakan tantangan nyata yang kerap dihadapi para pemimpin dunia. Ia menilai tidak sedikit kepala negara yang justru mencoba mengubah konstitusi untuk mempertahankan posisi mereka.

"Itu saat Bapak mungkin ingat ya, selama 10 tahun itu banyak sekali pemimpin-pemimpin dunia yang kerjanya memperluas kekuasaannya. Ya mengubah konstitusinya dan lain sebagainya. The temptation is so strong and a lot of people got away with it,” lanjut Dino.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal <b>(NTVnews)</b> Mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal (NTVnews)

Menurutnya, kemampuan SBY untuk tetap mematuhi batasan masa jabatan di tengah tren global tersebut menjadi pencapaian penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Lebih jauh, Dino menyebut karakter kepemimpinan SBY juga dipengaruhi oleh kesadaran untuk membangun sistem pemerintahan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada figur semata.

SBY, kata Dino, ingin memastikan bahwa stabilitas negara tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan.

"Din, the problem with our system terlalu bergantung pada orang. Kalau Soekarno jatuh, sistem jatuh. Soeharto jatuh, sistem jatuh. We can not be like that. Kita harus mempunyai pemerintahan based on institutions and systems,” ungkap Dino menirukan pernyataan SBY.

x|close