Prabowo Dijadwalkan Hadiri Perayaan May Day di Monas dan Nganjuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 20:39
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers usai menghadiri agenda Halal Bihalal Buruh di Tangerang, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Azmi Samsul M Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers usai menghadiri agenda Halal Bihalal Buruh di Tangerang, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Azmi Samsul M (Antara)

Ntvnews.id, Kabupaten Tangerang - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri dua agenda utama dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026, yakni di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dan Nganjuk, Jawa Timur.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengungkapkan bahwa Presiden akan terlebih dahulu menghadiri perayaan di Monas bersama sekitar 200.000 buruh.

"Dua minggu lalu saya dipanggil Presiden Republik Indonesia untuk membahas May Day (Hari Buruh) dan dipastikan Presiden Prabowo Subianto, akan berada di Monas untuk merayakan May Day bersama 200.000 buruh di Monas pukul 08.00 WIB. Beliau akan menyampaikan pidato kenegaraan," kata Andi Gani Nena Wea usai Halalbihalal Buruh bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Tangerang, Selasa, 14 April 2026.

Baca Juga: Dasco Pastikan DPR Libatkan Buruh Bahas Revisi UU Ketenagakerjaan

Setelah agenda di Jakarta, Presiden bersama sekitar 115 pimpinan konfederasi dan federasi buruh dari seluruh Indonesia akan bertolak ke Nganjuk. Di sana, mereka dijadwalkan menghadiri peresmian Museum Ibu Marsinah sebagai simbol perjuangan kaum buruh.

"Kami bersama Bapak Presiden, bersama Pak Kapolri dan seluruh pimpinan buruh ada sekitar 115 konfederasi dan federasi di seluruh Indonesia hadir ke Nganjuk untuk peresmian Museum Ibu Marsinah," katanya.

Menurut Andi Gani Nena Wea, peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penting dalam memperjuangkan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh serta kebangkitan sektor industri nasional. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan membahas lebih lanjut kebijakan strategis untuk mendukung pekerja di Indonesia.

"Kemarin saya bertemu dengan beberapa petinggi negara untuk membahas beberapa hal sepulang Presiden dari Rusia. Beliau yang akan menyampaikan pengumuman langsung mengenai peningkatan kesejahteraan buruh dan kebijakan beliau akan diumumkan setelah kembali dari kunjungan dari luar negeri," jelasnya.

Baca Juga: 14 Peserta May Day di DPR jadi Tersangka, TAUD: Ini Kriminalisasi!

Dalam kesempatan tersebut, KSPSI turut memberikan apresiasi kepada Kepolisian RI atas perannya dalam menyelesaikan sejumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) besar di Indonesia, termasuk di PT Tarumartani Yogyakarta, PT Daicheng di Bekasi, dan PT Multi Strada di Bekasi.

"Dan juga PT Multi Strada Bekasi yang juga tuntas karena Pak Kapolri bersama Desk Tenaga Kerja yang memberikan perhatian luar biasa, pendampingan luar biasa, hingga dapat menyelesaikan masalah ketenagakerjaan," kata dia.

(Sumber: Antara)

x|close