OJK: Transaksi Harian SBN Capai Rp60 Triliun, Pasar Surat Utang Makin Solid

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Apr 2026, 09:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap memaparkan materi dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/04/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto) Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap memaparkan materi dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/04/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja positif pasar surat utang domestik sepanjang 2025, salah satunya tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp60 triliun.

Deputi Komisioner OJK, Eddy Manindo Harahap, menyatakan capaian tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan sekaligus menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap instrumen surat utang yang semakin kuat.

“Perkembangan surat utang, baik SBN maupun obligasi korporasi, sejauh ini menunjukkan tren positif. Rata-rata nilai transaksi harian SBN, sekarang sudah cukup besar sekitar Rp60 triliun pada 2025,” ujar Eddy dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin.

Baca Juga: OJK Usulkan Sanksi Pidana untuk Finfluencer Sebar Informasi Keuangan Menyesatkan

Selain itu, OJK mencatat kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan tumbuh sebesar 8,67 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya minat investor, baik domestik maupun asing.

“Beberapa indikator mencerminkan perkembangan yang signifikan, seperti misalnya pemilikan SBN yang dapat diperdagangkan sekarang tumbuh sekitar 8,67 persen secara tahunan,” ujar Eddy.

Dari sisi aktivitas pasar, transaksi Repurchase Agreement (Repo) SBN juga mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, porsi Repo SBN terhadap total transaksi mencapai sekitar 35 persen, sementara Repo antarbank berkontribusi lebih dari 70 persen terhadap total aktivitas Repo.

“Termasuk juga porsi Repo SBN terhadap total transaksi itu saat ini 35 persen, dan juga Repo antarbank ini juga menyumbang hingga lebih dari 70 persen dari aktivitas Repo,” ujar Eddy.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa kedalaman pasar semakin meningkat, proses pemulihan harga (price recovery) berjalan lebih baik, serta mekanisme Repo berkembang secara lebih berbasis pasar (market-driven).

Baca Juga: 5 Aplikasi Investasi Terbaik dan Aman di Indonesia 2026, Sudah Terdaftar OJK

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) mencatat total nilai transaksi sebesar Rp1.382,1 triliun sepanjang 2025, atau melonjak 461,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai tersebut terdiri atas transaksi Repo di SPPA sebesar Rp751,6 triliun serta transaksi outright atau jual beli surat utang sebesar Rp630,5 triliun. Saat ini, SPPA telah digunakan oleh 39 pelaku pasar, termasuk bank umum, bank pembangunan daerah, dan perusahaan sekuritas, dengan 14 di antaranya aktif dalam transaksi Repo.

(Sumber: Antara)

x|close