Puslabfor dan Kemnaker Uji Sampel Gas Terkait Tewasnya Empat Pekerja di Jaksel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 06:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Polisi melakukan uji sampel gas dan air soal kasus empat pekerja tewas pada proyek bangunan di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi melakukan uji sampel gas dan air soal kasus empat pekerja tewas pada proyek bangunan di Jalan TB Simatupang RT 02/RW 02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026). ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Selatan. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pengujian terhadap sampel gas dan air dalam kasus tewasnya empat pekerja di sebuah proyek bangunan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pengujian ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian para korban.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Indra Darmawan, menjelaskan bahwa proses pengambilan sampel dilakukan di lokasi kejadian, tepatnya pada bak penampungan air yang diduga menjadi sumber gas berbahaya.

"Di mana dari pihak Labfor maupun dari pihak kementerian melakukan uji sampel pengambilan gas maupun kandungan air yang ada di dalam tempat atau bak penampungan yang menyebabkan meninggalnya empat orang tersebut," kata Indra kepada wartawan, Selasa.

Baca Juga: Konsistensi Grup Merdeka Bangun Sistem Keselamatan Kerja Berstandar Tinggi

Menurut Indra, analisis terhadap sampel tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gas serta asal muasal zat berbahaya yang menyebabkan para pekerja kehilangan nyawa. Pihak kepolisian memastikan hasil uji laboratorium akan diumumkan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai.

"Untuk hasilnya akan diinformasikan apabila sudah ada hasilnya," ucapnya.

Sebelumnya, peristiwa tragis ini mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami sesak napas setelah diduga menghirup gas dari tangki air di proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat. Korban meninggal diketahui berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) dan MF (19) yang keduanya berasal dari Bandung Barat.

Sementara itu, tiga korban selamat yang mengalami gangguan pernapasan adalah UJ (41), SN (63), dan AJ (47), yang seluruhnya merupakan warga Purwakarta. Mereka sempat mendapatkan penanganan setelah terpapar gas dari dalam tangki.

Baca Juga: PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Bawa Pulang Jenazah dan Beri Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Berdasarkan kronologi, insiden bermula pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB saat dua pekerja diminta mandor untuk menguras penampungan air bersih di area basement. Saat membuka penutup tangki, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Upaya penyelamatan yang dilakukan rekan kerja tanpa dilengkapi alat keselamatan justru berujung petaka. Beberapa pekerja lain ikut terjatuh ke dalam penampungan tersebut. Akibatnya, empat orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya mengalami sesak napas akibat paparan hawa panas dan gas dari dalam tangki.

(Sumber: Antara)

x|close