Ntvnews.id, Jakarta - Pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang menyerukan upaya “penggulingan” Presiden Prabowo Subianto menuai perhatian luas. Seruan tersebut disampaikan dalam forum Halal Bihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam pernyataannya, Saiful menilai kepemimpinan Prabowo tidak menunjukkan sikap presidential meski telah menjabat lebih dari satu tahun. Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang dinilai tertutup terhadap kritik publik, serta adanya tekanan terhadap para pengamat.
Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memilih merespons singkat. Ia mengaku belum mengikuti secara langsung pernyataan yang disampaikan Saiful Mujani.
Baca Juga: Pramono Teken SE WFH ASN DKI Tiap Jumat
“Wah, saya masih banyak sekali kerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Itu kira-kira,” ujar Teddy di Istana Negara, Selasa (7/4/2026).
Teddy menambahkan, pemerintah saat ini tengah berfokus pada agenda yang lebih besar dan strategis. Ia menegaskan bahwa perhatian Presiden tidak teralihkan oleh polemik tersebut.
“Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons pemerintah terhadap kritik yang berkembang, termasuk soal penilaian terhadap kinerja dan arah pemerintahan saat ini.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (kiri), Seskab Teddy Indra Wijaya (tengah) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada media usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-J (Antara)