Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Indonesia meminta agar proses pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon dilakukan dengan penuh penghormatan.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Selasa, 31 Maret 2026. Pernyataan ini muncul setelah dua insiden berbeda menewaskan tiga personel Indonesia serta menyebabkan lima lainnya mengalami luka.
Dalam kesempatan itu, Umar Hadi menegaskan bahwa selain pemulangan jenazah, pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut juga harus dimintai pertanggungjawaban.
“Kami tidak dapat menerima pembunuhan terhadap penjaga perdamaian ini,” tegas Umar Hadi di hadapan Dewan Keamanan, seperti dikutip Viory, Rabu, 1 April 2026.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut juga menuai kecaman luas. Dewan Keamanan PBB bersama Rusia dan Lebanon turut mengutuk keras insiden tersebut.
Baca Juga: Gaya Hidup Kepala Dinas di Kabupaten Bekasi Disorot
Utusan Lebanon, Ahmad Arafa, menyatakan bahwa serangan terhadap personel PBB merupakan upaya merusak kredibilitas Dewan Keamanan di mata dunia. Ia juga mendesak adanya langkah konkret untuk menghentikan agresi di wilayahnya.
Sementara itu, Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menuding Israel melakukan serangan yang telah direncanakan serta memperluas zona penyangga melalui retorika perang.
Ia turut mendesak Israel agar menghentikan penggunaan kekerasan dan kembali menempuh jalur diplomasi.
Ketegangan di Lebanon semakin meningkat setelah Israel mengumumkan rencana perluasan operasi militer darat dan udara. Sejak awal Maret 2026, lebih dari 1.200 warga Lebanon dilaporkan meninggal dunia akibat konflik tersebut.
Eskalasi ini dinilai semakin memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah serta meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di wilayah tersebut.
Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menginvestigasi serangan di Lebanon (Istimewa)