Serangan AS-Israel Tewaskan LagiJenderal IRGC dan Keluarganya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. Warga mengikuti aksi unjuk rasa menentang serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran di Kota London, Inggris Raya, Sabtu (21/3/2026). /ANTARA FOTO/XinHua/Li Ying/wsj. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi wafatnya penasihat Kepala Staf Umum, Mayor Jenderal Jamshid Eshaghi, akibat serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 1 April 2026, dalam pernyataan resmi yang disiarkan media Iran, IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut tidak hanya menewaskan Eshaghi, tetapi juga sejumlah anggota keluarganya. Meski demikian, pihak IRGC tidak merinci waktu maupun lokasi pasti dari serangan tersebut.

Pada hari yang sama, Iran juga mengumumkan rencana pemakaman komandan angkatan laut IRGC, Laksamana Alireza Tangsiri, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pekan depan. Tangsiri menjadi salah satu petinggi militer terbaru yang gugur dalam rangkaian serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat.

Konflik bersenjata antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung sejak 28 Februari kini memasuki bulan kedua, tanpa tanda-tanda mereda. Meski Iran terus memberikan perlawanan melalui serangan udara bertubi-tubi ke wilayah Israel, pangkalan militer, serta aset milik AS di kawasan Timur Tengah, kerugian besar juga dialami oleh Teheran.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Aliran 30 Ribu Dolar dalam Kasus Kuota Haji

Sejumlah pejabat tinggi hingga komandan militer Iran dilaporkan gugur selama konflik berlangsung. Dengan tewasnya Eshaghi, jumlah pemimpin dan komandan militer Iran yang menjadi korban dalam serangan gabungan AS-Israel selama sebulan terakhir bertambah menjadi 11 orang.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari yang menargetkan kompleks kediamannya di Teheran.

Khamenei diketahui memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade. Dalam masa kepemimpinannya, ia memperkuat dominasi melalui pengembangan kekuatan militer dan dewan keamanan nasional, sekaligus memperluas pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.

x|close